Minggu, 17 Februari 2013

Tentang Taubat

Oleh : Habib Munzir al-Musawa


Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Allah Swt selalu memuliakan hamba
hamba Nya dan memuliakan mereka
yang berdosa jika ingin bertaubat
kepada Allah. Sebagaimana firman
Allah di dalam hadits qudsi riwayat
Shahih Bukhari “ketika seseorang
hamba Ku berbuat dosa dan
kesalahan lalu ia beristighfar kepada
Ku dan bertaubat”. Allah menjawab
“hamba Ku itu tahu, ia punya Tuhan
Pemelihara yang Mengampuni
dosanya dan Memeliharanya maka
Aku ampuni dosanya”. Kenapa?
setelah berbuat dosa ia bertaubat
kepada Allah dengan betul betul
keinginan bukan taubat yang main
main.
Besar keinginannya untuk tidak
melakukan dosa tapi barangkali
syaitan berhasil menjebaknya lagi, ia
terjebak lagi ke dalam dosa, kata
Rasul saw. Lalu Rasul saw
meneruskan “lalu Allah melihat
hamba ini berdosa lagi, maka Allah
pun melihat hamba Nya beristighfar
dan bertaubat lagi tidak putus asa
dari Kasih Sayang Allah” maka Allah
menjawab lagi “hamba Ku, hamba
Ku” kata Allah. “dia tahu ada Tuhan
Pemelihara yang Memeliharanya dan
bisa memaafkan kesalahannya,
Kuampuni dosanya”.
Demikian saudaraku, Imam Ibn
Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya
Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari
menjelaskan bahwa dalam salah satu
riwayat para ulama mengatakan
“berkali kali ia terus berbuat dosa
lantas bertaubat kepada Allah dan
Allah tidak pernah bosan”.
Yang bosan adalah kita, sudah
berdosa taubat sekali, berdosa lagi,
ahh..sudah nanti kalau saya taubat
lagi nanti dosa lagi. Jangan bosan
berbuat taubat, justru kita harus
bosan berbuat dosa bukan taubat
yang ditinggalkan tapi dosa yang
mestinya ditinggalkan. Tapi kalau
dosa tidak bisa ditinggalkan jangan
tobat ditinggalkan juga. Biarkan
taubat terus menghiasi setiap kali
kita berdosa dan teruskan taubat
kita, 1X, 2X, 3X, Allah tidak akan
diam merubah keadaan kita menjadi
lebih baik dan lebih sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar