Jumat, 21 Juni 2013

Memotong Kuku, Kumis dan Bulu Kemaluan

MENGERIK (MENGHABISKAN) BULU KEMALUAN DAN MENCUKUR KUMISDAN MEMOTONG KUKU DAN MENCABUT BULU KETIAK... HUKUMNYA ADALAH SUNNAH.

Mencukur bulu kemaluan caranya bagi lelaki: dengan mencukur habis, dan bagi wanita dengan mencabuti bulu kemaluannya.
Bulu kemaluan adalah: yang tumbuh di sekitar kemaluan depan kemaluan belakang.

Kesunnahannya adalah setiap 40 hari sekali,, akan tetapi bagi yang sudah lebat bulunya / panjang kukunya sebelum 40 hari disunnahkan baginya untuk menghilangkannya, yang INTI nya kesunnahan mencukur berbeda-beda bagi setiap orang.

Bulu ketiak boleh di cukur oleh oranglain yang termasuk mahromnya,, akan tetapi bulu kemaluan tidak boleh di cukur oleh orang lain walaupun mahrom nya sendiri (kecuali ada hubungan suami istri, akan tetapi makruh hukumnya bagi suami / istri saling melihat kemaluan satu sama lain). Keutamaan mencabut bulu ketiak adalah bagi yang kuat, karena mungkin sudah terbiasa atau mungkin dia tahan sakit.Mendapatkan kesunnahan menghilangkan bulu ketiak tidak harus dengan mencabutinya, dengan mencukurnya pun sudah mendapatkan kesunnahannya.Disunnahakan mendahulukan ketiak bagian kanan ketika menghilangkan bulunya.
Referensi Kitab

حدثنا قُتَيْبَةُ ، حدثنا جعفربنُ سُلَيْمَان َ ، عن أَبي عِمْرَانَ الْجَوْنِي ِّ ، عن أَنَسِ بنِ مَالِكٍ ، قَالَ: «وُقِّتَ لَنَا رسول الله في قصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيم ِ الأَظْفَار ِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَنَتْفِ الإِبِطِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِين َ يَوْماً»

Bercerita pada kami Qutaibah, Bercerita pada kami Ja’far bin Sulaiman, Bercerita pada kami Abi Imram al-Juwainy , Bercerita pada kami Anas Bin Maalik ra, ia berkata, berkata padaku Rasulullah SAW “kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 hari. (HR. Muslim) Mughnil Muhtaj

وأن يحلق العانة ويقلم الظفر وينتف الإبط، ويجوز حلق الإبطونتف العانة ويكون آتياً بأصلالسنة. قال المصنف في تهذيبه: والسنة في الرجل حلق العانة، وفي المرأة نتفها والخنثى مثلـها كما بحثه شيخنا. والعانة الشعر النابت حول الفرج والدبر

Dan hendaknya dicukur bulu kemaluan, dipotong kuku, dicabuti bulu ketiak dan boleh bila bulu ketiak dicukur, bulu kemaluan dicabuti dan yang demikian justru lebih sesuai asal kesunahan. Pengarang berkata dalam kitab at-Tahdzib “Yang disunahkan bagi pria mencukur bulu kemaluan, bagi wanita mencabutinya. Aanah adalah bulu yang tumbuh disekitar kemaluan dan dubur.
Fatawi Ibnu Hajar al Haitami
:وَمِن
ْ ثَمَّ قَالَ الأَئِمَّة ُ فِي حَلْقِ الْعَانَةِ وَالإِبْطِ وَالْقَلْم ِ وَقَصِّ الشَّارِبِ : (أَنَّ ذَلِكَ لا يَتَقَيَّد ُ بِمُدَّةٍ بَلْ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلاف ِ الأَبَدَان ِ وَالْمَحَا لِّ فَيُعْتَبَ رُ وَقْتُ الْحَاجَةِ إلَى إزَالَةِ ذَلِكَ فِي حَقِّ كُلِّ أَحَدٍ بِمَا يُنَاسِبُه ُ
Karenanya para imam-imam (tokoh-tokoh ulama) berkata dalam hal mencukur bulu kemaluan, ketiak, memotong kuku dan kumis “Yang demikian tidak dibatasi dengan masa namun akan berbeda masanya di masing-masing tubuh seseorang dan kondisinya , maka yang menjadi pertimbangan dalam kesunahannya adalah waktu yang sesuai saat dibutuhkan menghilangkannya bagi setiap personal individu seseorang.Fathul Bari :

ويفترق الحكم في نتف الإبط وحلق العانة أيضاً بأن نتف الإبط وحلقه يجوز أن يتعاطاه الأجنبي،بخلاف حلق العانة فيحرمإلا في حق من يباح له المس والنظر كالزوج والزوجة

Dan dibedakan hukum dalam mencabuti bulu ketiak dengan mencukur bulu kemaluan yakni bahwa mencabut dan mencukur bulu ketiak boleh dilakukan orang lain berbeda dengan mencukur bulu kemaluan maka haram dilakukan orang lain kecuali bagi orang yang punya hak diperboleh kan memegang serta melihatnya seperti sepasang suami istri.
Syarah Nawawi 'ala shohih muslim :

أما نتف الإبط فسنة بالاتفاق والأفضل فيه النتف لمن قوي عليه ويحصل أيضاً بالحلق وبالنورة. وحكي عن يونسبن عبد الأعلى قال: دخلتعلى الشافعي رحمه الله وعنده المزينيحلق إبطه فقال الشافعي: علمت أن السنة النتف ولكن لا أقوى على الوجع. ويستحب أن يبدأ بالإبط الأيمن

Sedang dalam mencabuti bulu ketiak maka sunnah hukumnya atas kesepakatan ulama, yang utama mencabutinya bagi orang yang kuat (menahan sakitnya) dan kesunahannya juga sudah diperoleh dengan dicukur dan (dihilangkan memakai) kapur.
Dihikayahkan dari Yunus Bin Abd al-A’laa “aku mendatangi as-Syafi’i dan didekatnya al-Muziin yang sedang mencukur bulu ketiaknya, Imam Syafi’i berkata : Aku tahu bahwa yang sunnah mencabutinya namun aku tidak kuat sakit. Dan disunahkan memulai dengan bulu ketiak bagian kanan.

Wallahu a'lam Bishowwab.

Kamis, 30 Mei 2013

Membaca Yasin di Hari Jum'at

Oleh : Sang Generasi Muda

Membaca SURAT YAASIIN di malam JUMAH juga termasuk bagian yg sering di klaim BID’AH oleh kalangan“tertentu”, benarkah ...????
Apa kebiasaan yg sudah berjalan di masyarakat kita tanpa ada dasar...???
Monggo di simak dan dikoreksi sedikit uraian di bawah ini :

وروينا أحاديث كثيرة في قراءة سور في اليوم والليلة ، منها : يس ، وتبارك الملك ، والواقعة ، والدخان.321 - فعن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : " من قرأ (يس) في يوم وليلة ابتغاء وجه الله غفر له " (3).__________(3) رواه ابن السني في " عمل اليوم والليلة " من حديث أبي هريرة ، وعزاه المنذري في " الترغيب والترهيب " لمالك وابن السني وابن حبان في صحيحه من حديث جندب ، وعزاه صاحب المشكاه للبيهقي في شعب الإيمان من حديث معقل بن يسار ، ورواه الطبراني في الدعاء ، والدارمي في سننه من حديث أبي هريرة ، وللحديث طرق ينهض بها

“Kami (kalangan perawi hadits) meriwayatkan banyak hadits tentangmembaca surat-surat (tertentu) di hari dan malam jumah, diantaranya : Surat Yaasiin, Surat Tabaarok alMulk, Surat Waqi’ah dan Surat ad-Dukhoon
Diriwayatkan dari Abi Huroiroh Ra. Dari Rosulullah shallaahu ‘alaihi wasallam “Barangsiapa membaca Yaasiin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridho Allah, diampuni dosanya” (HR. Ibnu Sinni dalam bab ‘amalan dihari dan malamjumah’ dari Abu Hurairoh, Syekh mundzir menganggap hadits ini kuat dalam kitab ‘Targhib wa at-tarhiib’ riwayat Malik, Ibnu Sinni, dan Ibnu Hibbaan dari riwayat Jandab, Pengarang kitab ‘alMisykaah’ juga menganggap hadits ini kuat dalam riwayat Imam baehaqi dari riwayat Mu’aqqol Bin Yasaar,
Imam Thobronii meriwayatkannya­ dalam ‘bab doa’ dan Imam ad-Daaroomi juga meriwayatkan dalam kitab sunannya.Al-Adzkaar juz 1 hal 1101100 - وروي عنه رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قرأ سورة يس في ليلة الجمعة غفر لهرواه الأصبهاني“Barangsiapa membaca Yaasiin dihari dan malam jumah dengan mengharap ridho Allah, diampuni dosanya” (HR Asbahaani) At-Targhiib wa at-Tarhiib juz 1 hal 298وذكر الثعلبي عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : "من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له"Imam Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairoh Ra. “Barangsiapa membaca Yaasiin di malam jumah paginya diampuni dosanya”alJaamii’ Li Ahkaam al-Quraan 15 hal 3, Tafsiir Sirooj al-Muniir juz 3 hal 301وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ' إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .“

Surat Yaasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran” Tafsiir as-Sam’aani juz 4 hal 265

Wallaahu A’lamu Bis Showaab...

Nikah Mut'ah dan Hukumnya

Oleh : Umar Alaydrus

Apa itu Nikah Mut'ah dan hukumnya.

Nikah mut'ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.
Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut'ah dan nikah sunni (syar'i):
1. Nikah mut'ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.
2. Nikah mut'ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia.
3. Nikah mut'ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisanantara keduanya.
4. Nikah mut'ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal4 orang.
5. Nikah mut'ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.
6. Nikah mut'ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.

Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut'ah Haramnya nikah mut'ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi saw juga pendapat para ulama dari 4 madzhab.
Dalil dari hadits Nabi saw yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma'bad Al-Juhaini, ia berkata: "Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: "Ada selimut seperti selimut". Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw sedang berpidato diantara pintu Ka'bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, "Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut'ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut'ah, haruslah ia menceraikannya,­ dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut'ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024).
Dalil hadits lainnya: Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad saw melarang nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71).

Pendapat Para Ulama :Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:
- Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: "Nikah mut'ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada'i Al-Sana'i fi Tartib Al-Syara'i (II/272) mengatakan,"Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut'ah".
- Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, "hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut'ah mencapai peringkat mutawatir" Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, "Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil."
- Dari Madzhab Syafi', Imam Syafi'i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, "Nikah mut'ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan." Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu' (XVII/356) mengatakan, "Nikah mut'ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itupada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sahapabila dibatasi dengan waktu."
- Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, "Nikah Mut'ah ini adalah nikah yang bathil." Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut'ah adalah haram.

Rabu, 29 Mei 2013

Cara Dzikrullah

Oleh : Abu Nawas Majdub

Ada beberapa cara Dzikrullah:
1. Dzikir anggota badan dan panca indera adalah mempergunakan anggota badan dan panca indera untuk keta’atan beribadah semata-mata kepada Allah, untuk memperbanyak amar makruf dan menjauhi hal-hal yang munkar. Ini sudah tercermin di dalam makna hakikinya bersuci dan sholat.
2. Dzikir lisan adalah dengan cara membaca Al Qur’an, takbir, tahlil, tahmid, istigfar , do’a, wirid dsb. dengan suara yang dapat didengar oleh telinga.
3. Dzikir qolbi adalah menghadirkan hati dengan penuh keyakinan akan keberadaan Dzat, Sifat, Asma dan Af’alAllah, Dzat yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui dan maha kuasa atas segalanya. Dzikir qolbi dilakukan dalam hati tanpa bersuara. Semua panca indera dan seluruh tubuh ditutup (dimatikan). Dunia tidak tampak lagi, alam wadah tampak jelas, Ruhani yang berkomunikasi dengan Allah. Sejak semula memang hanya Ruhani yang bisa berkomunikasi dengan Allah. Ruhani berasal dari Nur Muhammad. Untuk mengenal Tuhan harus melalui Tuhan. Berarti bila kita hendak berkomunikasi dengan Tuhan harus melalui bahasa Ruhani,berarti jasmaninya harus diam, hening, harus bisa mati sebelum mati. Ruhaninya yang menjerit mengumandangkan­ Asma Dzat. Jeritan Ruhani akan menembus tujuh petala langit, mencapai Arasy. DAN SEBUTLAH NAMA TUHANMU DALAM HATIMU DENGAN MERENDAHKAN DIRI DAN RASA TAKUT, DAN DENGAN TIDAK MENGERASKAN SUARA…( AL A’RAF 7 : 205 )
4. Dzikir Haqq adalah dzikir di dalam sir, sudah dalam keadaam fana, AKU YANG BICARA, suatu tingkatan dzikir yang paling tinggi, dzikir gerak rasa dari suara hati atau qolbu .. HU.. HU.. atau dzikir apapun sesuaisuara hati. Dengan cara dzikrullah berarti kita sudah mulai melatih diri untuk melakukan shalat yang kekal, dimana kiblat yang terdekat adalah menghadapkan diri kepada diri kita sendiri.Pengertian Dzikrullah yang lebih luas adalah tidak hanya sekedar duduk tafakur sambil mengucapkan Asma Allah semata, akan tetapi mengingat Allah secara berkesinambungan, secara istiqomah, setiap gerak-gerik kita,tingkah laku kita senantiasa ingat kepada Allah yang mengawasi dan menyaksikan gerak-gerik perbuatan kita.Dengan demikian perilaku dan nafsu kita akan menjadi terkendali.Bila dalam setiap perilaku kita senantiasa disertai ingat kepada Allah semata, benar-benar Lillahi Ta’ala, benar-benar ikhlas kepada Allah maka itulah yang sebenar-benarnya ibadah yang akan membawa keselamatandunia akhirat bagi yang melaksanakannya. Hatinya bersih karena terisi Asma Allah, tidak terisi angan-angan kotor, tidak memper-Tuhan-kan hawa nafsunya yang merupakan dosa syirik tersembunyi. Oleh karena itu pengertian bersuci, shalat dan dzikrullah adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain, ketiga-tiganya harus dilaksanakan serempak, direalisasikan dan diterapkan makna haqiqinya didalam kehidupan sehari-hari agar ibadah kita menjadi sempurna.
Al kisah : Setelah selesai perang Badar, Rosulullah bersabda : Kita baru saja kembali dari Jihad Kecil dan kini memasuki Jihad Besar. Salah seorang Sahabat bertanya : Ya Rosulullah apakah Jihad Besar itu ?? Rosulullah menjawab : Perang melawan hawa nafsu.

Jumat, 24 Mei 2013

Wahabi Penghancur Peradaban Islam

Wahabi Penghancur Peradaban Islamعَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَفِي نَجْدِنَا فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ رواه البخاري، والترمذي،وأحمد وابن حبان في صحيحهDaripada Abdullah Ibn Umar r.a., beliau berkata: Rasulullah SAW menyebut: Ya Allah! Berkatilah kami pada Yaman kami dan berkatilah kami Ya Allah! pada Syam kami.Maka sebahagian sahabat berkata: Dan pada Najd kami Ya Rasulallah! Rasulullah pun bersabda:Ya Allah! Berkatilah kami pada Yaman kami dan berkatilah kami Ya Allah! pada Syam kami.Maka sebahagian sahabat berkata: Dan pada Najd kami Ya Rasulallah!Dan aku menyangka (seingat aku) pada kali ketiga Rasulullah SAW bersabda:Di sanalah berlakunya gegaran-gegaran, fitnah-fitnah dan di sanalahterbitnya tanduk Syaitan.Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Imam al-Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam Ibnu Hibban dan lain-lain.Najd adalah Najad, Iraq adalah IraqInilah berita sedih dan memprihatinkan bagi peradaban Islam dan sejarah peradaban umat manusia secara umum. Pemerintahan Wahabi Arab Saudi telah menghancurkan ratusan situs/tempat sejarah Islam yang telah berusia 14 abad. Semua ini dilakukan semata-mata demi uang dan modernisasi walaupun dibungkus dengan ‘dalil-dalil agama’versi mereka, bukan dalil-dalil agama yang difatwakan oleh jumhur ulama umat Islam dunia.Bagaimana bisa dibiarkan begitu saja sepak terjang kaum Wahabi yang merupakan kelompok sangat minoritas dari umat Islam secara keseluruhan ini untuk mengobok-obok warisan peradaban Islam tanpaizin atau musyawarah dulu dengan mayoritas umat Islam dunia ?Inilah yang akhirnya terjadi ketika orang-orang Arab Badui Nejed menguasai tanah suci Mekah-Madinah setelah berhasil memberontak dari Kekhilafahan Usmani (Ottoman Empire). Pemberontakan yang disokong Inggris ini akhirnya berujung pembentukan negara baru yang bernama Kerajaan Saudi Arabia yangwilayahnya meliputi kawasan Hijaz dan sekitarnya, termasuk dua tanah suci Mekah dan Madinah. Kaum Quraisy yang penduduk asli Mekah pun lama-kelamaan kian tersingkir. Bahkan bani Hasyim juga telah dipaksa bermigrasi ke Yordania (dengan skenario Inggris).Kini Mekah dan Madinah sudah tak sama lagi dengan Mekah dan Madinah yang kita baca di buku-buku sejarah Islam. Suasana sakralnya makin tergerus oleh suasana hedonisme ala Amerika.Situs Peninggalan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang telah berubah fungsi mengikuti rencana Illuminati dalam menghilangkan perasaan patriotisme umat Islam sebagaimana ditulis oleh Doc Marquis dalam "The (Decoded) Illuminati's Protocols of the Learned Elders of Zion", Bab 25, hal.102.Gambar:http://najd2.wordpress.com/Dulu ketika kaum pemberontak Wahabi Nejed ini berhasil menguasaikota suci Mekah dan Madinah setelah mengalahkan pasukan pemerintah Khilafah Usmani, maka para ulama di Nusantara ini pun segera merespons dengan pembentukan ‘Komisi Hijaz’. Respons ini karena para pemberontak Wahabi tersebut telah mulai melakukan perusakan dan penghancuran situs-situs sejarah Islam yang mereka temui di kedua kota suci tersebut.Namun lama-kelamaan karena kerajaan Wahabi Saudi Arabia ini makin eksis (apalagi dengan dukungan penuh dari Amerika dan Inggris) maka respons tersebut kian kendur. Dan tak terasa sudah sekitar300 situs sejarah peradaban Islam yang mereka hancurkan.Akankah ini dibiarkan terus oleh mayoritas umat Islam dunia ?Seluruh situs sejarah Islam di kedua kota suci tersebut adalah milik umat Islam sedunia. Dan kaum Wahabi yang sekarang menduduki kedua kota suci itu sama sekali tak punya hak untuk mengacak-acaknya seenak perut mereka.Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannyasemaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yangdapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara kenegara lain dan diantara negara yangpernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H/1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalahseorang sunni yang baik, begitu pulaguru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya,Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar dari madzhab Hanbali, menulisbuku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir RaddiAlal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat: “Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’zham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.”Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman: “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia kedalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS: An-Nisa 115)Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalahasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum mus mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jama’ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa allimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunyasendiri.Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin AbdulWahab, “Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?” Dengan segera dia menjawab, “Setiap malamAllah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan” Lelakiitu bertanya lagi “Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu persen pun dari jumlah tersebut, lalusiapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim.” Mendengar jawaban itu IbnAbdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu.Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H/1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya. Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannyadengan keyakinanbahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijamin surga.Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin.Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung dibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi Shallallahu 'Alaihiwa Sallam dengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata: “Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucuNabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.Masjid Nabawi Tempo DoeloeKeberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka’bah yang terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai,menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum salihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki,murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya.Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa’ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah,lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, pahamWahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasaini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiaptahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran,sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi’i yang sudah mapan.Masjid Nabawi SekarangKekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabatNabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang berada di Ma’la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan Wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwabeberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.“Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan KeagamaanSenior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, “Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.” (Mirip Masonic bukan?)Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan.Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwazaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.Gerakan Wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukupbesar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid’ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan disetiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.Mereka mengatakan ajaran para waliitu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah Wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankanyang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada AllahSubhanahu wa Ta'ala. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untukberdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum Wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir.(Naudzu billah min dzalik).Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi). Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang shaleh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid’ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid’ah” Karena nama negeri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam diganti dengan nama satu keluarga kerajaanpendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.Sungguh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arahtimur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membacaAl-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukhari no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu HibbanNabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam danYaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” dan pada yang ketiga kalinya beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.” Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yangjelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits RasulullahShallallahu 'Alaihi wa Sallam itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian.” Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala’uzh Zholam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: “Akan keluar di abad kedua belas (setelah hijrah) nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin” AI-Hadits.BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammadbin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab. Pendiriajaran Wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H/ 1792 M.Diambil dari rubrik Bayan, majalah bulanan Cahaya Nabawiy No. 33 Th. III Sya’ban 1426 H / September 2005M

Kamis, 28 Februari 2013

Al Hikam : Hati Sumber Cahaya



Dalam tulisannya mengenai hati, Syaikh Ahmad Ibn'Athaillah mengatakan bahwa "Tempat terbitnya berbagai cahaya itu adalah hati dan rahasia-rahasianya".

Cahaya ilmu, cahaya ma'rifat dan cahaya tauhid tempat terbit dan memancarnya ada di dalam hati orang-orang yang ma'rifat dan di dalam rahasia-rahasia mereka (di dalam jiwa mereka). Cahaya-cahaya ini merupakan cahaya yang hakiki karena lebih kuat daya pancarnya daripada cahaya yang terpancar dari berbagai macam bintang.

Rasulullah saw. telah bersabda di dalam menceritakan firman Allah :
"Tidak akan memuat Aku bumi-Ku dan langit-Ku, dan bisa memuat Aku hati hamba-Ku yang beriman".

Sebagian orang-orang ma'rifat berkata : "Seandainya Allah menyingkap tempat terbit cahaya hati orang-orang yang menjadi kekasih-Nya, niscaya terlipatlah cahaya matahari dan bulan karena kuatnya cahaya hati mereka".

Asy Syadzili berkata : "Seandainya disingkap cahaya orang mukmin yang maksiat, pasti akan memenuhi seluruh langit dan bumi. Maka bagaimanakah perkiraanmu mengenai cahaya orang mukmin yang ta'at ?". Ketahuilah bahwa cahaya bulan dan matahari masih bisa terkena gerhana dan bisa terbenam. Akan tetapi cahaya hati kekasih Allah tidak mengenal adanya gerhana dan terbenam.Oleh sebab itu Syaikh Ahmad bin 'Athaillah selanjutnya berkata :
"Cahaya yang tersimpan di dalam hati sumbernya dari cahaya yang dating langsung dari berbagai gudang kegaiban".

Cahaya keyakinan yang tersimpan di dalam hati terus bertambah-tambah sinarnya yang bersumber dari cahaya yang datang dari perbendaharaan gaib.
Yaitu berupa cahaya sifat=sifat azali. Apabila Allah telah membuka sifat-sifatNya, maka bertambah-tambahlah cahaya itu yang dihasilkan dari hati para kekasih Allah. Yang demikian itu merupakan suatu petunjuk bahwa Allah telah memberi pertolongan kepada mereka.

Selanjutnya Syaikh Ahmad bin 'Athaillah berkata:

"Cahaya yang diperoleh dengan panca indera bisa membuka kepadamu akan semua keadaan yang terjadi (benda-benda di alam ini), sedang cahaya yang tersimpan di dalam hati bisa membuka kepadamu akan sifat-sifat Allah yang azali".

Cahaya itu ada dua macam, yaitu :

1. Cahaya yang diperoleh dengan panca indera dengan adanya sinar matahari. Maka cahaya ini bisa memperlihatkan barang-barang yang ada di alam raya dan bermacam-macam kedaan manusia. Cahaya ini bukan yang menjadi perhatian orang-orang ahli hakekat, melainkan hanya sebagai petunjuk adanya Allah Yang Maha Pencipta.

2. Cahaya yang tersimpan dalam hati yang disebut sebagai cahaya keyakinan. Cahaya inilah yang bisa membuka sifat-sifat Allah yang azali sehingga menjadi nyata dan terang. Dengan cahaya hati ini
benar-benar oarng menjadi ma'rifat kepada Allah.
Selanjutnya Syaikh Ahmad bin 'Athaillah berkata :
"Terkadang hati terhenti bersama-sama dengan cahaya, sebagaimana terhalangnya nafsu sebab tebalnya benda-benda (syahwat)".

Penghalang hati untuk menuju kepada Allah itu ada dua macam, yaitu :

1. Nurani, yang berupa bermacam-macam ilmu dan ma'rifat. Apabila hati berhenti padanya dan cenderung kepadanya sehingga ilmu dan ma'rifat itu dijadikan pokok tujuannya, maka dia akan terhalang untuk menuju kepada Allah.

2. Zhulmani (kegelapan), yang berupa bermacam-macam keinginan nafsu dan kebiasaan-kebiasaanya. Karena hati masih terpengaruh oleh keinginan-keinginan nafsu inilah maka dia menjadi terhalang untuk
menuju kepada Allah.

Maka hati bisa terhalang oleh berbagai macam cahaya sebagaimana nafsu bias terhalang oleh berbagai kegelapan. Sedang Allah berda di belakang itu semua.

Selanjutnya Syaikh Ahmad bin 'Athaillah berkata :

"Allah menutupi cahaya hati dengan bermacam-macam keadaan lahiriyah karena memuliakannya untuk (tidak) diberikan secara terang atau (khawatir) untuk dipanggil atasannya dengan lisan kemasyhuran".

Allah menutup hati para kekasih-Nya (para wali) sebagai rahmat-Nya kepada sekalian orang-orang yang beriman. Sebab jikalau rahasia kewalian itu terbuka kepada seseorang, pasti akan mewajibkan orang yang sudah terlahir kewaliannya.

---------------------------------------------------------------------
Syaikh Ahmad Ibn' Atahaillah dalam "Al-Hikam" Al -Ustadz Mahfudli Shaly

Tentang Shodaqoh Kepada Mayit


Mungkin sering kita jumpai agenda simbah-simbah atau orang-orangkuno saat malam jum'at,orang-orang kampung bersih rumah, genthong( tempat penampuan air) diisi penuh, rumah dirapikan serapi mungkin...katanya " orang yang meninggal pada malam jum'at pulang ke rumah,sehingga rumah dibersihkan dgn tujuan biar arwah senang melihat keadaan rumah yg rapi dan bersih" kemudian masak yg lebih enak dari biasanya

katanya "ini untuk simbah A,B,C ( yg sdah mninggal) dimakan bersama/ ditukar dengan tetangga ternyata adat itu bukan ispan jempol& asal2an karna ada hadis yg menceritakan tntng kepulangan para arwah tersebut.
وقال صلى الله عليه وسلم : { إن أرواح المؤمنين يأتون في كل ليلة إلى سماء الدنيا ويقفون بحذاءبيوتهم وينادي كل واحد بصوت حزين ألف مرة يا أهلي وأقاربي وولدي يا من سكنوا بيوتنا ولبسوا ثيابنا واقتسموا أموالنا هل منكم من أحد يذكرنا ويفكرنا في غربتنا ونحن في سجن طويل وحصن شديد ؟ فارحمونا يرحمكم الله ولا تبخلوا علينا قبل أن تصيروا مثلنا يا عباد الله إن الفضل الذي في أيديكم كان في أيدينا وكنا لا ننفق منه في سبيل الله وحسابه ووباله عليناوالمنفعة لغيرنا ؛ فإن لم تنصرف أي الأرواح بشيء فينصرفون بالحسرة والحرمان } ا هـ من الجامع الكبير
Bersabda Nabi saw. Sesngghnya Arwah2 kaum mu'minin itu setiap malam mendatangi langit dunia & mereka ( arwah ) berhenti / berdiri dgn terompah mereka pd rumah2 mereka ( selama masih hidup),mereka memangil / menyeru setiap kali seruan dgn suara susah seribu kali seruan.Wahai ahliku& kerabatku& anak2 ku..Whai org yg telah menempati rumahku& memaki baju tinggalanku& yg telah membagi warisan hartaku Adakah dari mu seseorg yg ingat padaku& memikirkan Rantauanku ( merantau )Aku dlm penjara yg sangat lama& dlm benteng yg sangat kuat. Maka Kasianilah aku,maka Alloh akan menghasihi kalian dan jangan lah kamu pelit terhadapku sebelum kalian menjadi seperti aku ( mati ) wahai hamba2 alloh. sesungguhnya apa yang utama di tanganmu itu juga di tanganku.Dan akau tidak menafkah kan nya di jalan alloh dan aku tidak menghitungnya serta perduli terhadapnya( harta ) dan sekarang manfaat nya terhadap selain ku. Maka bila kamu tidak memberikan sesuatu pada arwah2 tadi dengan sesuatu, maka mereka para arwah akan pergi dengan kerugian dan dia akan tercengah.
Jadi,memang demikan maksudnya dia itu minta dido'akan. memang pulang, tapi bagi yang mukmin,, dan minta ditahlilkan juga. apakah sampai pada orang yang sudah mati. Kita lihat hadist di bawah ini:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan,atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Begini, kita jangan hanya melihat hadist diatas saja tapi lihat hadist lain yang mengatakan, bahwa tahlilan, shodaqoh yang diperuntukan untuk mayit itu bisa sampai pada si mayit. kita lihat hadist dibawah ini:
Dalam kitab Nail al Authar juz IV juga disebutkan sebuah hadits soheh yang berbunyi:
وَعَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ اِنَّ أَبِي مَاتَ وَلَمْ يُوْصِ أَيَنْفَعُهُ اِنْ اَتَصَدَّقُ عَنْهُ؟ قَالَ نَعَمْ، (رواه أحمد ومسلم والنساء وابن ماجه)
Dari Abu Hurairah, ia meriwayatkan: Ada laki2 datang kpd Nabi lalu ia berkata: Ayahku telah meninggal dunia& ia tdk berwasiat apa2. Apakah saya bias memberikan manfaat kpdnya jika saya bersedekah atas namanya? Nabi menjawab: Ya, dpt (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’I, dan Ibnu Majah).
Hadits tersebut diatas menegaskan bahwa pahala shodakoh itu sampai kpd ahli kubur. Sementara di hadits shahih yg lain dijelaskan bahwa shodakoh takk hanya berupa harta benda saja,tapi juga dpt berwujud bacaan dzikir sprti kalimat la illaha illallah,subhanallah,& lain2 sebgaimana disbtkan dlm hadits shahih berikut ini:
عَنْ اَبِي دَرْأَنْنَاسًا مِنْ اَصْحَابِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا لِلنَّبِي ص.م يَارَسُوْلَ اللهِ ذَهَبَ اَهْلِالدُّثُوْرِ بِالْاُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا تُصَلَّى وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا تَصُوْمُ وَيَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ اَمْوَالِهِمْ قَالَ اَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ اِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ (رواه مسبلم،١٦٧٤)

“Dari Abu Dzarr RA,ada beberapa sahabat berkata kpd Nabi SAW,” Ya Rosulullah, org2 yg kaya bisa (beruntung) mendptkan banyak pahala. (Pdhl) mereka shalat seperti kami shalat. Mereka berpuasa seperti kami berpuasa. Mereka bersedekah dgn kelebihan harta mereka. Nabi SAW menjawab, “ Bukankah Allah SWT telah menyediakan untukmu sesuatu yg dpt kamu sedekahkan? Sesngghnya setiap satu tasbih (yg kamu baca) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah,&setiap tahlil adalah sedekah.” (HR. Muslim:1674)

Dalam hadits lain disebutkan:
وَعَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ: تَصَدَّقُوْا عَلَى اَنْفُسِكُمْ وَعَلَى اَمْوَاتِكُمْ وَلَوْ بِشُرْبَةِ مَاءٍ فَاِنْ لَمْ تَقْدِرُوْا عَلَى ذَالِكَ فَبِأَيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالَى فَاِنْ لَمْ تَعْلَمُوْا شَيْئًا مِنَ اْلقُرْآنِ فَادْعُوْا لَهُمْ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ فَاِنَّ اللهَ وَعَدَكُمُ اْلاِجَابَةِ.
Sabda Nabi: Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air setejuk. Jika kalian tak mmampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat suci al-Qur’an, berdoalah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, Allh telah berjanji akan mengabulkan doa kalian.
Adzarami dan Nasa’i juga meriwayatkan hadis tentang tahlil dari Ibnu ‘Abbas RA.
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اَعَانَ عَلَى مَيِّتٍ بِقِرَائَةٍ وَذِكْرٍ اِسْتَوْجَبَ اللهُ لَهُ الْجَنَّةَ. (رواه الدارمى والنساء عن ابن عباس.)
Rasululloh bersabda: Siapa menolong mayit dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan Zikir, Alloh akan memastikan surga baginya.(HR.ad-Darimy dan Nasa’i dari Ibnu Abbas).
Hadis diatas juga didukung oleh hadis Nabi yang diriwayatkan oleh ad-Daroqutni dari Anas bin Malik:
رَوَى اَبُوْ بَكْرٍالنَحَادِ فِىْ كِتَابِ السُّنَنِ عَنْ عَلِى بْنِ اَبِي طَالِبِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُاَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَرَّ بَيْنَ اْلمَقَابِرِ فَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ اِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ وَهَبَ اَجْرَهَا لِلْاَمْوَاتِ أُعْطِيَ مِنَ اْلاَجْرِ بِعَدَدِ اْلاَمْوَاتِ.
Diriwayatkan oleh Abu Bakar an-Najjad dalam kitab Sunan bersumber dari Ali bin Abi Thalib, ia mengatakan , Nabi bersabda: Siapa lewat diantara batu nisan, lalu membaca surat al-Ikhlas11 kali dan menghadiahkan pahalanya untuk yang meninggal maka Alloh akan mengabulkannya.
Dalil-dalil inilah yang dijadikan dasar oelh para ulama tentang sampainya pahala bacaan al-Qur’an,tasbih, tahlil, shalawat yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal dunia. Begitu pula dengansedekah dan amal baik lainnya.
Bahkan Ibnu Taimiyah mengatakan dalam kitabFatawa-nya, “sesuai dengan kesepakatan para Imam bahwa mayitdapat memperoleh manfaat dari semua ibadah, baik ibadah badaniyah seperti shalat,puasa, membaca al-Qur’an, ataupun ibadah maliyah seperti sedekah dan lain-lainnya. Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang berdoa dan membaca istighfar untuk mayit.”(Hukm al-Syari’ah al-Islamiyah fi Ma’tam al_Arba’in,hal 36).
Jadi Tahlilan,terus shodakoh untuk mayit hukumnya itu boleh dan ditrima.Tapi itu jelas bid'ah, karna di zaman nabi tidak ada tahlilan, tapi tidak bid'ah keji atau bid'ah dholalah.

Rabu, 27 Februari 2013

Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Assallamu Allaikum wrwb

Pernahkah kamu berharap pada seorang mahluk, Kamu berharap kebaikannya, Kamu berharap kehadirannya, Kamu berharap perhatiannya, Bahkan kamu berharap kasih sayangnya, Tapi..

Seringkah engkau dikecewakannya? Seringkah engkau menangis karenanya? Seringkah engkau merasa disakiti olehnya? Lalu…

Pantaskah kamu masih berharap padanya? Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan? Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik? Apakah dengan tangismu, dia akan hadir? Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu? Mungkin jawabannya TIDAK, Jadi…

Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi? Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling? Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh? Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu… Berpalinglah untuk tetesan airmata itu Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu.. Sulitkah itu bagimu? Jika “YA”,

Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu.. Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu.. Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu..

Tanpa kamu sadari… Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu. Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan, Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli, Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak… Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia… Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan..

Untuk apa? Untuk sesuatu yang KOSONG,
Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan, Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya, Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU Atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang… Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi… Tidakkah semua itu CUKUP?

Saatnya kamu melangkah … Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada… Jangan menunggu hembus angin yang lalu… Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk,

Selagi kamu bisa berdiri… Selagi air matamu belum habis, Selagi hatimu belum bernanah.. Biarlah sakitnya terasa hari ini.. Esok luka itu akan mengering, Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu, Tapi dia tak lagi menghancurkanmu

Bahkan ketika kamu pergi Dia tak akan menangisimu Mungkin dia tak menyadarinya Karena kamu bukan yang diharapkannya, Kamu bukan yang dipikirkannya, Kamu bukanlah apa-apa baginya, Jangan pernah menoleh lagi untuknya Jika hari ini kamu sadar siapa dia
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi Dia akan menjadi orang yang sama, Yang tak pernah mempedulikanmu Yang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum Yang akan menumpahkan air matamu, Menggoreskan rasa kecewa, Dan mengguratkan luka dihatimu…. Maka…. PERGILAH , PERGILAH…

Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam Tapi itu yang TERAKHIR untuknya…. Itu yang TERAKHIR… Ingat... Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini.. Bukalah hatimu, Diluar sana masih banyak yang
membutuhkanmu.. Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap
menerima cintamu.. Yang lebih menghargai cintamu.

Hobi Mengoleksi Amalan



 Darmo paling senang kalau ia mendapatkan amalan dan ijazah wirid dari seorang Kyai. Bahkan ia benar-benar maniak “wirid”. Bukunya ada tiga jilid, semua isinya tulisan tentang wirid, doa, dzikir, macam-macam, sampai soal pelet dan gendam pun ada di catatannya.
⁠Buku itu ditenteng kemana-mana, layaknya tukang kredit. Suatu hari ia ingin pamer pada kawan lamanya yang s

udah sekian tahun tidak bertemu, Kunto, nama kawan itu.
⁠
⁠“Kun, bagaimana perkembanganmu, apa kamu sudah punya amalan untuk pegangan hidupmu?”
⁠“Saya nggak punya apa-apa Mo, saya hanya punya satu saja …”
⁠“Lah, amalan kok satu, kurang sempurna Kun. Kalau saya nih…” katanya sambil menyodorkan tiga buku catatan amalan itu.
⁠“Kamu mestinya jadi sarjana Mo..”
⁠“Wah saya sudah S 7. Mestinya sudah lebih professor soal amalan…”
⁠Kunto hanya senyum-senyum saja.
⁠“Jadi kamu sudah bisa apa
⁠saja Mo?”
⁠“Jangankan samurai, peluru pun sudah nggak mempan.
⁠Orang sekampung juga sudah mulai tahu kedigdayaanku ini…”
⁠“Sakti donk kamu?”
⁠“Begitulah…”
⁠ “Sesakti-sakti kamu, kalau ketemu isterimu kamu juga sudah takut bukan main….”
⁠
⁠“Kok tahu kamu?”
⁠“Tau saja. Apa artinya kesaktianmu….kalau begitu”
⁠“Bukan itu Kun. Wirid saya juga lengkap. Semua kalau diamalkan kita menjadi paling sempurna. Ibarat bumbu paling lengkap punyaku. Tapi kalau kamu kan Cuma satu….”
⁠“Lha iya. Kalau kamu mau masak, semua bumbu kamu masukkan dalam masakan, jadinya rasa apa Mo…”
⁠Darmo agak kebingungan.
⁠“Iya..ya….Rasa apa ya? Tapi kan paling top kita…”
⁠“Top apanya, paling –paling malah dibuang semua, karena rasanya bukan masakan lezat, malah jadi kayak jamu…mendem…siapa mau makan?”
⁠Darmo memandangi begitu lama tiga catatan bukunya tak berkedip.
⁠“Kalau kamu Cuma satu, itu amalan apa?”
⁠“Akh sederhana. Satu itu kan Gusti Allah, tauhid…udah..”
⁠Darmo memandangi wajah Kunto dalam-dalam. Ia bergegas memasukkan buku catatannya dalam tasnya. Ia tampak gelisah bukan main. Wajahnya pucat.
⁠“Kun, kapan-kapan aku kesini lagi….”
⁠“Pintu terbuka untukmu kawan. Syukur-syukur kamu sudah jadi dukun…”

Azab Kubur

Bismillahirrahmanirrahim..

Dia adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di oman. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam dimakamkan yang di saksikan oleh ayahnya. Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah dimandikan di makamkan secara islam di hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk diidentifikasi kebenaran penyebab kematianya.

Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. Mayat tersebut begitu berbeda dalam 3 jam, dia berubah tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua. Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras. dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadannya.

Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya ditujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang diperingatkan oleh Allah Subhanahu wata'ala melalui Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam.

Pesan :

Dijelaskan oleh Rasulullah SAW bahwa itu adalah tentang pertolongan Allah SWT ketika seseorang menghadapi azab kuburnya. Dari Al-Barra’ bin Azib dari Rasulullah SAW bahwa ketika seorang mukmin didudukkan di dalam kuburnya, didatangilah oleh malaikat, kemudian dia bersyahadat tiada tuhan kecuali Allah SWT dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah SAW, maka itulah makna bahwa Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh . (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Jaa Fi azabil Qabri hn. 1280)

Ada sebuah doa yang dipanjatkan oleh beliau dan diriwayatkan dengan shahih dalam shahih Al-bukhari. Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari azab kubur” (HR. Bukhari kitab azan bab doa sebelum salam hn. 789)

Dalam kitab shahihnya itu, Al-Bukhari pun membuat satu bab khusus azab kubur. Dari Aisyah ra bahwa seorang wanita yahudi mendatanginya dan bercerita tentang azab kubur dan berkata, “Semoga Allah SWT melindungimu dari azab kubur”. Lalu Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keberadaan azab kubur itu. Rasulullah SAW menjawab, “Ya, azab kubur itu ada”. Aisyah ra berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan shalat kecuali beliau berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur”. (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab Maa Ja’a Fi azabil Qabri hn. 1283)

Dalam kitab shahihnya itu juga , Al-Bukhari membuat satu bab khusus tentang berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur.
Dari Musa bin ‘Uqbah berkata bahwa telah menceritakan kepada anak wanita Khalid bin Said bin Al-Ash ra bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur. (QS. (HR. Bukhari kitab Janaiz Bab At-Ta�awwuz min azabil Qabri hn. 1287)

Dari Aisyah ra bahwa beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apakah manusia diazab di dalam kubur, lalu Rasulullah SAW menjawab, “Aku berlindung kepada Allah SWT dari hal itu (azab kubur). (HR. Bukhari kitab jum’at bab berlindung kepada Allah SWT dari azab kubur ketika gerhana hn. 991, 996)

Kesimpulan : Umat Islam sejak masa Rasulullah SAW hingga hari ini telah berijma’ (bersepakat) bahwa azab kubur itu adalah sesuatu yang pasti adanya. Sehingga mereka yang mengingkarinya hanya dua kemungkinannya. Pertama, mereka kurang dalam dan luas dalam mempelajari ayat dan hadits. Kedua, mereka tahu ada dalil dan nash yang sharih tapi mengingkarinya. Lepas dari motivasinya masing-masing.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan merahmati kita.

mohon dengan ikhlas meng-klik "bagikan"/"share" artikel ini Agar bisa bermanfaat bagi saudara mukmin yg lain

HADITS MEMBACA SURAH YASIIN UNTUK ORANG WAFAT



عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ اَلنَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اقْرَؤُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ (وأخرجه أحمد 20316 وأبو داود رقم 3121 وابن ماجه رقم 1448 وابن حبان رقم 3002 والطبرانى رقم 510 والحاكم رقم 2074 والبيهقى رقم 6392 وأخرجه أيضاً الطيالسى رقم 931 وابن أبى شيبة رقم 10853 والنسائى فى الكبرى رقم 10913)

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal dan al-Hakim melalui jalur 1) Sulaiman bin Tharkhan al-Taimi, dan 2) Abu Utsman dari ayahnya Ma'qil bin Yasar.

Albani (ulama wahabi) berkata dalam kitabnya Irwa' al-Ghalil hadis ini dlaif, karena mengandung tiga illat; 1) Abu Utsman dan 2) ayahnya, adalah perawi yang tidak diketahui keadaannya. Dan 3) hadis ini mudltharib, terjadi kesimpangsiuran. (Irwa' al-Ghalil 3/15)

Tentu saja pandangan Albani ini ditolak. Hadis ini telah dinilai sahih oleh Ibnu Hibban (al-Ihsan no 3002) dan dinilai hasan oleh al-Hafidz al-Mundziri (Takhrij Ahadits al-Muhadzdzab, sebagaimana dikutip oleh al-Hafidz Ibnu al-Mulaqqin dalam al-Badzr al-Munir 5/194) dan al-Hafidz as-Suyuthi dalam al-Jami' ash-Shaghir 1/52. Sementara al-Hakim dan adz-Dzahabi tidak mengomentarinya.

Meneliti perawi sanad.

1) Sulaiman bin Tharkhan al-Taimi telah disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Taqrib al-Tahdzib (2575) masuk dalam generasi keempat, yaitu generasi tabi'in yang menjumpai sejumlah orang sahabat. Sehingga ada dugaan kuat, bahwa 2) Abu Utsman yang menjadi sumber hadis tersebut adalah termasuk generasi senior tabi'in. Ibnu Hibban memasukkan Abu Utsman ini dalam golongan perawi yang dipercaya dalam kitab al-Tsiqat (7/664) dan menilai sahih hadisnya. Sedangkan perawi darinya, yaitu Sulaiman al-Taimi juga perawi tsiqah, dipercaya. Dengan demikian kecenderungan menerima hadisnya memiliki dasar yang kuat.

Disisi lain hadis ini memiliki penguat eksternal (syawahid). Ahmad bin Hanbal (Diriwayatkan juga oleh Ibnu Sa'd dalam al-Thabaqat 7/443 dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ حَدَّثَنِي أَبِي ثَنَا أَبُوْ الْمُغِيْرَةِ ثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنِي الْمَشِيْخَةُ اَنَّهُمْ حَضَرُوْا غُضَيْفَ بْنَ الْحَرْثِ الثَّمَالِيَ حِيْنَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ فَقَالَ هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس قَالَ فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السُّكُوْنِي فَلَمَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ مِنْهَا قُبِضَ قَالَ فَكَانَ الْمَشِيْخَةُ يَقُوْلُوْنَ إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا قَالَ صَفْوَانُ وَقَرَأَهَا عِيْسَى بْنُ الْمُعْتَمِرِ عِنْدَ بْنِ مَعْبَدٍ (مسند أحمد بن حنبل 17010)
"Para guru bercerita bahwa mereka mendatangi Ghudlaif bin Hars al-Tsamali ketika penyakitnya sangat parah. Shafwan berkata: Adakah diantara anda sekalian yang mau membacakan Yasin? Shaleh bin Syuraih al-Sukuni yang membaca Yasin. Setelah ia membaca 40 dari Surat Yasin, Ghudlaif meninggal. Maka para guru berkata: Jika Yasin dibacakan di dekat mayit maka ia akan diringankan (keluarnya ruh) dengan Surat Yasin tersebut. (Begitu pula) Isa bin Mu'tamir membacakan Yasin di dekat Ibnu Ma'bad" (Musnad Ahmad No 17010)

Al-Hafidz Ibnu Hajar menilai atsar ini:

وَهُوَ حَدِيْثٌ حَسَنُ اْلإِسْنَادِ (الإصابة في تمييز الصحابة للحافظ ابن حجر 5 / 324)
"Riwayat ini sanadnya adalah hasan" (al-Ishabat fi Tamyiz al-Shahabat V/324)

Ahli hadis al-Hafidz Ibnu Hajar juga menilai riwayat amaliyah ulama salaf membaca Yasin saat Ghudlaif akan wafat sebagai dalil penguat (syahid) dari hadis riwayat Ma'qil bin Yasar yang artinya: Bacakanlah Surat Yasin di dekat orang yang meninggal. (Raudlah al-Muhadditsin X/266)

Al-Hafidz Ibnu Hajar memastikan Ghudlaif ini adalah seorang sahabat:
هَذَا مَوْقُوْفٌ حَسَنُ اْلإِسْنَادِ وَغُضَيْفٌ صَحَابِىٌّ عِنْدَ الْجُمْهُوْرِ وَالْمَشِيْخَةُ الَّذِيْنَ نَقَلَ عَنْهُمْ لَمْ يُسَمُّوْا لَكِنَّهُمْ مَا بَيْنَ صَحَابِىٍّ وَتَابِعِىٍّ كَبِيْرٍ وَمِثْلُهُ لاَ يُقَالُ بِالرَّأْىِ فَلَهُ حُكْمُ الرَّفْعُ (روضة المحدثين للحافظ ابن حجر 10 / 266)
"Riwayat sahabat ini sanadnya adalah hasan. Ghudlaif adalah seorang sahabat menurut mayoritas ulama. Sementara 'para guru' yang dikutip oleh Imam Ahmad tidak disebut namanya, namun mereka ini tidak lain antara sahabat dan tabi'in senior. Hal ini bukanlah pendapat perseorangan, tetapi berstatus sebagai hadis yang disandarkan pada Rasulullah (marfu')" (Raudlah al-Muhadditsin X/266)

Atsar dari Ghudlaif al-Tsumali diatas memiliki jalur lain yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Asakir dalam Tarikhh Dimasyqi (48/82) dari jalur Said bin Manshur, dari Faraj bin Fudlalah dari Asad bin Wada'ah. Sanad atsar ini lemah, karena Faraj bin Fudlalah bin Nu'man dlaif. Akan tetapi kelemahan sanad ini diperkuat oleh sanad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Sa'd diatas yang dinilai hasan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar.

al-Hafidz Ibnu Hajar juga meriwayatkan hadis tentang bacaan Surat Yasin:

وقال ابن أبي عمر حدثنا عبد المجيد بن أبي رواد عن مروان بن سالم عن صفوان بن عمرو عن شريح بن عبيد عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم « ما من ميت يموت ويقرأ عنده يس إلا هون الله تعالى عليه » (المطالب العالية للحافظ ابن حجر العسقلاني 816)

Hadis ini dinilai dlaif oleh al-Hafidz al-Bushiri dalam Mukhtashar al-Ithaf, karena lemahnya Marwan bin Salim. Akan tetapi hadis ini diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan Ashabus Sunan dan disahihkan oleh Ibnu Hibban diatas.

Berikut kutipan selengkapnya dari kitab Musnad Ahmad mengenai pembacaan Yasin di samping orang yang akan meninggal yang telah menjadi amaliyah ulama terdahulu dan terus diamalkan oleh warga NU:

ثُمَّ قَالَ اْلإِمَامُ أَحْمَدُ حَدَّثَنَا عَارِمٌ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِي عَنْ أَبِي عُثْمَانَ -وَلَيْسَ بِالنَّهْدِي- عَنْ أَبِيْهِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "اِقْرَؤُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ" يَعْنِي يس. وَرَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالنَّسَائِي فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ وَابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيْثِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْمُبَارَكِ بِهِ إِلاَّ أَنَّ فِي رِوَايَةِ النَّسَائِي عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ مَعْقِلٍ بْنِ يَسَارٍ. وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ السُّوْرَةِ أَنَّهَا لاَ تُقْرَأُ عِنْدَ أَمْرٍ عَسِيْرٍ إِلاَّ يَسَّرَهُ اللهُ. وَكَأَنَّ قِرَاءَتَهَا عِنْدَ الْمَيِّتِ لِتُنْزَلَ الرَّحْمَةُ وَالْبَرَكَةُ وَلِيَسْهُلَ عَلَيْهِ خُرُوْجُ الرُّوْحِ وَاللهُ أَعْلَمُ. قَالَ اْلإِمَامُ أَحْمَدُ رَحِمَهُ اللهُ حَدَّثَنَا أَبُوْ الْمُغِيْرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ قَالَ كَانَ الْمَشِيْخَةُ يَقُوْلُوْنَ إِذَا قُرِئَتْ - يَعْنِي يس- عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا (تفسير ابن كثير 6 / 562)
"Imam Ahmad berkata (dengan meriwayatkan sebuah) bahwa Rasulullah Saw bersabda: Bacalah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal (HR Abu Dawud dan al-Nasa'i dan Ibnu Majah). Oleh karenanya sebagian ulama berkata: diantara keistimewaan surat yasin jika dibacakan dalam hal-hal yang sulit maka Allah akan memudahkannya, dan pembacaan Yasin di dekat orang yang meninggal adalah agar turun rahmat dan berkah dari Allah serta memudahkan keluarnya ruh. Imam Ahmad berkata: Para guru berkata: Jika Yasin dibacakan di dekat mayit maka ia akan diringankan (keluarnya ruh) dengan bacaan Yasin tersebut" (Ibnu Katsir VI/342)

Terkait dengan tuduhan anti tahlil yang mengutip pernyataan beberapa ulama bahwa sanad hadis riwayat Ma'qil ini goncang, redaksi hadisnya (matan) tidak diketahui dan sebagainya, maka cukup dibantah dengan pendapat ahli hadis al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Bulugh al-Maram I/195:

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ اَلنَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اقْرَؤُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ (وأخرجه أحمد 20316 وأبو داود رقم 3121 وابن ماجه رقم 1448 وابن حبان رقم 3002 والطبرانى رقم 510 والحاكم رقم 2074 والبيهقى رقم 6392 وأخرجه أيضاً الطيالسى رقم 931 وابن أبى شيبة رقم 10853 والنسائى فى الكبرى رقم 10913)
"Dari Ma'qil bin Yasar bahwa Rasulullah Saw bersabda: 'Bacalah surat Yasin di dekat orang-orang yang meninggal.' Ibnu Hajar berkata: Diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Nasa'i dan disahihkan oleh Ibnu Hibban" (Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad No 20316, Abu Dawud No 3121, Ibnu Majah No 1448, al-Thabrani No 510, al-Hakim No 2074, al-Baihaqi No 6392, al-Thayalisi No 931, Ibnu Abi Syaibah No 10853 dan al-Nasa'i dalam al-Sunan al-Kubra No 10913)

Dalam kitab tersebut al-Hafidz Ibnu Hajar tidak memberi komentar atas penilaian sahih dari Ibnu Hibban. Sementara dalam kitab beliau yang lain, Talkhis al-Habir II/244, kendatipun beliau mengutip penilaian dlaif dari Ibnu Qattan dan al-Daruquthni, di saat yang bersamaan beliau meriwayatkan atsar dari riwayat Imam Ahmad diatas.

Oleh Ustadz Muhammad Ma'ruf Khozin (Nara Sumber "Hujjah Aswaja" di TV9, Anggota Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur)

SHALATNYA PARA ULAMA SETIAP HARI

1. Imam al-Bukhari (15126 rakaat)

وقال الفربري قال لي البخاري: ما وضعت في كتابي الصحيح حديثاً إلا اغتسلت قبل ذلك وصليت ركعتين
(طبقات الحفاظ - ج 1 / ص 48 وسير أعلام النبلاء 12 / 402 وطبقات الحنابلة 1 / 274، وتاريخ بغداد 2 / 9، وتهذيب الاسماء واللغات 1 / 74 ووفيات الاعيان 4 / 190، وتهذيب الكمال 1169، وطبقات السبكي 2 / 220، ومقدمة الفتح 490 وتهذيب التهذيب 9 / 42)
“al-Farbari berkata bahwa al-Bukhari berkata: Saya tidak meletakkan 1 hadis pun dalam kitab Sahih saya, kecuali saya mandi terlebih dahulu dan saya salat 2 rakaat”
(Diriwayatkan oleh banyak ahli hadis, diantaranya dalam Thabaqat al-Huffadz, al-Hafidz as-Suyuthi,1/48, Siyar A’lam an-Nubala’, al-Hafidz adz-Dzahabi 12/402, Thabaqat al-Hanabilah, 1/274, Tarikh Baghdad 2/9, Tahdzib al-Asma, Imam an-Nawawi, 1/74, Wafayat al-A’yan 4/190, Tahdzib al-Kamal, al-Hafidz al-Mizzi 1169, Thabaqat as-Subki 2/220, dan al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Muqaddimah al-Fath 490 dan at-Tahdzib 9/42)

Sedangkan hadis yang tertera dalam Sahih al-Bukhari berjumlah 7563 hadis. Maka salat yang beliau lakukan juga sesuai jumlah hadis tersebut atau 15126 (lima belas ribu seratus dua puluh enam) rakaat.

وروينا عن عبد القدوس بن همام، قال: سمعت عدة من المشايخ يقولون: حول البخارى تراجم جامعه بين قبر النبى - صلى الله عليه وسلم - ومنبره، وكان يصلى لكل ترجمة ركعتين (تهذيب الأسماء - (1 / 101)
“Kami meriwayatkan dari Abdul Quddus bin Hammam, bahwa ia mendengar dari para guru yang berkata seputar al-Bukhari ketika menulis bab-bab salam kitab Sahihnya diantara makam Nabi dan mimbarnya, dan al-Bukhari salat 2 rakaat dalam tiap-tiap bab” (Tahdzib al-Asma’, an-Nawawi, 1/101)

2. Imam Malik bin Anas (800 rakaat)

حدثنا أبو مصعب و أحمد بن إسماعيل قالا مكث مالك بن أنس ستين سنة يصوم يوماً ويفطر يوماً وكان يصلي في كل يوم ثمانمائة ركعة (طبقات الحنابلة 1 / 61)
“Abu Mush’ab dan Ahmad bin Ismail berkata: Malik bin Anas berpuasa sehari dan berbuka sehari selama 60 tahun dan ia salat setiap hari 800 rakaat” (Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la, 1/61)

3. Imam Ahmad Bin Hanbal (300 rakaat)

- قال ابو يحي وسمعت بدر بن مجاهد يقول سمعت أحمد بن الليث يقول سمعت أحمد بن حنبل يقول إنى لأدعو الله للشافعى فى صلاتى منذ أربعين سنة يقول اللهم اغفر لى ولوالدى ولمحمد بن إدريس الشافعى (طبقات الشافعية الكبرى للسبكي ج 3 / ص 194 ومناقب الشافعي للبيهقي 2-254)
“Sungguh saya berdoa kepada Allah untuk Syafii dalam salat saya sejak 40 tahun. Doanya: Ya Allah ampuni saya, kedua orang tua saya dan Muhammad bin Idris asy-Sfafii” (Thabaqat al-Syafiiyah al-Kubra, as-Subki, 3/194 dan Manaqib asy-Syafii, al-Baihaqi, 2/254)

- قال عبد الله بن أحمد: كان أبي يصلي في كل يوم وليلة ثلاث مئة ركعة. فلما مرض من تلك الأسواط أضعفته، فكان يصلي في كل يوم وليلة مئة وخمسين ركعة، وقد كان قرب من الثمانين (مختصر تاريخ دمشق لابن رجب الحنبلي ج 1 / ص 399)
“Abdullah bin Ahmad berkata: Bapak saya (Ahmad bin Hanbal) melakukan salat dalam sehari semalam sebanyak 300 rakaat. Ketika beliau sakit liver, maka kondisinya melemah, beliau salat dalam sehari semalam sebanyak 150 rakaat, dan usianya mendekati 80 tahun” (Mukhtashar Tarikh Dimasyqa, Ibnu Rajab al-Hanbali, 1/399)

جعفر بن محمد بن معبد المؤدب قال: رأيت أحمد بن حنبل يصلي بعد الجمعة ست ركعات ويفصل في كل ركعتين (طبقات الحنابلة 1 / 123)
“Jakfar bin Muhammad bin Ma’bad berkata: Saya melihat Ahmad bin Hanbal salat 6 rakaat setelah Jumat, masing-masing 2 rakaat” (Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Abi Ya’la, 1/123)

4. Imam Basyar bin Mufadlal (400 rakaat)

بشر بن المفضل بن لاحق البصري الرقاشي أبو إسماعيل. قال أحمد: إليه المنتهى في التثبت بالبصرة وكان يصلى كل يوم أربعمائة ركعة ويصوم يوماً ويفطر يوماً وكان ثقة كثير الحديث مات سنة ست وثمانين ومائة (طبقات الحفاظ 1 / 24)
“Imam Ahmad berkata tentang Basyar bin Mufadzal al-Raqqasyi: Kepadanyalah puncak kesahihan di Bashrah. Ia salat setiap hari sebanyak 400 rakaat, ia puasa sehari dan berbuka sehari. Ia terpercaya dan memiliki banyak hadis, wafat 180 H” (Thabaqat al-Huffadz, al-Hafidz as-Suyuthi,1/24)

5. Cucu Sayidina Ali (1000 rakaat)

ذو الثفنات علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب زين العابدين سمي بذلك لأنه كان يصلى كل يوم ألف ركعة فصار في ركبتيه مثل ثفنات البعير (تهذيب الكمال - 35 / 41)
“Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, hiasan ahli ibadah, disebut demikian karena ia salat dalam sehari sebanyak 1000 rakaat, sehingga di lututnya terdapat benjolan seperti unta” (Tahdzib al-Asma’, al-Hafidz al-Mizzi, 35/41)

وقال مالك بلغني أنه (علي بن الحسين بن علي بن أبي طالب) كان يصلي في اليوم والليلة ألف ركعة إلى أن مات (تذكرة الحفاظ للذهبي 1 / 60)
“Malik berkata: Telah sampai kepada saya bahwa Ali bin Husain salat dalam sehari semalam 1000 rakaat sampai wafat” (Tadzkirah al-Huffadz, al-Hafidz adz-Dahabi, 1/60)

____________
Oleh Ustadz Muhammad Ma'ruf Khozin (Nara Sumber "Hujjah Aswaja" di TV9, Anggota Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur)

Minggu, 17 Februari 2013

Tentang Taubat

Oleh : Habib Munzir al-Musawa


Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Allah Swt selalu memuliakan hamba
hamba Nya dan memuliakan mereka
yang berdosa jika ingin bertaubat
kepada Allah. Sebagaimana firman
Allah di dalam hadits qudsi riwayat
Shahih Bukhari “ketika seseorang
hamba Ku berbuat dosa dan
kesalahan lalu ia beristighfar kepada
Ku dan bertaubat”. Allah menjawab
“hamba Ku itu tahu, ia punya Tuhan
Pemelihara yang Mengampuni
dosanya dan Memeliharanya maka
Aku ampuni dosanya”. Kenapa?
setelah berbuat dosa ia bertaubat
kepada Allah dengan betul betul
keinginan bukan taubat yang main
main.
Besar keinginannya untuk tidak
melakukan dosa tapi barangkali
syaitan berhasil menjebaknya lagi, ia
terjebak lagi ke dalam dosa, kata
Rasul saw. Lalu Rasul saw
meneruskan “lalu Allah melihat
hamba ini berdosa lagi, maka Allah
pun melihat hamba Nya beristighfar
dan bertaubat lagi tidak putus asa
dari Kasih Sayang Allah” maka Allah
menjawab lagi “hamba Ku, hamba
Ku” kata Allah. “dia tahu ada Tuhan
Pemelihara yang Memeliharanya dan
bisa memaafkan kesalahannya,
Kuampuni dosanya”.
Demikian saudaraku, Imam Ibn
Hajar Al Asqalani di dalam kitabnya
Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari
menjelaskan bahwa dalam salah satu
riwayat para ulama mengatakan
“berkali kali ia terus berbuat dosa
lantas bertaubat kepada Allah dan
Allah tidak pernah bosan”.
Yang bosan adalah kita, sudah
berdosa taubat sekali, berdosa lagi,
ahh..sudah nanti kalau saya taubat
lagi nanti dosa lagi. Jangan bosan
berbuat taubat, justru kita harus
bosan berbuat dosa bukan taubat
yang ditinggalkan tapi dosa yang
mestinya ditinggalkan. Tapi kalau
dosa tidak bisa ditinggalkan jangan
tobat ditinggalkan juga. Biarkan
taubat terus menghiasi setiap kali
kita berdosa dan teruskan taubat
kita, 1X, 2X, 3X, Allah tidak akan
diam merubah keadaan kita menjadi
lebih baik dan lebih sempurna

Shalawat Atas Nabi Muhammad SAW

Oleh: Sayyid Hasan Husen Assagaf
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw
bersabda,
“Disaat aku tiba di langit di malam
Isra’
Miraj, aku melihat satu malaikat
memiliki 1000 tangan, di setiap
tangan
ada 1000 jari. Aku melihatnya
menghitung jarinya satu persatu.
Aku
bertanya kepada Jibril as,
pendampingku,
‘Siapa gerangan malaikat itu, dan
apa
tugasnya?.’
Jibril berkata,
Sesungguhnya dia adalah malaikat
yang diberi tugas untuk menghitung
tetesan air hujan yang turun dari
langit
ke bumi.’
Rasulullah saw bertanya kepada
malaikat tadi,
‘Apakah kamu tahu berapa bilangan
tetesan air hujan yang turun dari
langit
ke bumi sejak diciptakan Adam as?.’
Malaikat itupun berkata,
‘Wahai Rasulullah saw, demi yang
telah
mengutusmu dengan hak
(kebenaran),
sesungguhnya aku mengetahui
semua
jumlah tetesan air hujan yang turun
dari langit ke bumi dari mulai
diciptakan Adam as sampai sekarang
ini, begitu pula aku mengetahui
jumlah
tetetas yang turun ke laut, ke darat,
ke
hutan rimba, ke gunung-gunung, ke
lembah-lembah, ke sungai-sungai,
ke
sawah-sawah dan ke tempat yang
tidak
diketahui manusia.’
Mendengar uraian malaikat tadi,
Rasuluullah saw sangat takjub dan
bangga atas kecerdasannya dalam
menghitung tetesan air hujan.
Kemudian malaikat tadi berkata
kepada
beliau,
‘Wahai Rasulullah saw, walaupun aku
memiliki seribu tangan dan sejuta
jari
dan diberikan kepandaian dan
keulungan untuk menghitung tetesan
air hujan yang yang turun dari langit
ke
bumi, tapi aku memiliki kekurangan
dan kelemahan.’
Rasulullah saw pun bertanya,
‘Apa kekurangan dan kelemahan
kamu?.’
Malaikat itupun menjawab,
‘Kekurangan dan kelemahanku,
wahai
Rasulullah, jika umatmu berkumpul
di
satu tempat, mereka menyebut
namamu lalu bershalawat atasmu,
pada saat itu aku tidak bisa
menghitung berapa banyaknya
pahala
yang diberikan Allah kepada mereka
atas shalawat yang mereka ucapkan
atas dirimu.’ “

Sabtu, 16 Februari 2013

Sunnah Yang Jarang Dikerjakan Kaum Muslimin

Sunnah adalah segala sesuatu yang
diriwayatkan dari Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam baik
perkataan, perbuatan, ataupun
persetujuan. Sunnah juga berarti
sesuatu yang pelakunya mendapat
pahala dan tidak ada dosa bagi yang
meninggalkannya. Di antara
perbuatan sunnah yang jarang
dilakukan kaum muslimin adalah
sebagai berikut:
1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat
Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat
Melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, “Jika kalian memakai
sandal maka dahulukanlah kaki
kanan, dan jika melepaskannya,
maka dahulukanlah kaki kiri. Jika
memakainya maka hendaklah
memakai keduanya atau tidak
memakai keduanya sama
sekali.” ( HR. Al-Bukhari dan
Muslim )
2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu
Diriwayatkan dari Tsauban
Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, “Istiqamahlah
(konsistenlah) kalian semua (dalam
menjalankan perintah Allah) dan
kalian tidak akan pernah dapat
menghitung pahala yang akan Allah
berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-
baik perbuatan adalah shalat, dan
tidak ada yang selalu
memeliharawudhunya kecuali
seorang mukmin.” ( HR.Ahmad dan
Ibnu Majah )
3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan
Kayu Siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah
Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, “Siwak dapat
membersihkan mulut dan sarana
untuk mendapatkan ridha
Allah.” ( HR. Ahmad dan An-Nasa`i )
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam juga bersabda, “Andaikata
tidak memberatkan umatku niscaya
aku memerintahkan mereka untuk
bersiwak setiap kali hendak
shalat.” ( HR. Al-Bukhari dan
Muslim )
Bersiwak disunnahkan setiap saat,
tetapi lebih sunnah lagi saat hendak
berwudhu, shalat, membaca Al-
Qur`an, saat bau mulut berubah,
baik saat berpuasa ataupuntidak,
pagi maupun sore, saat bangun
tidur, dan hendak memasuki rumah.
Bersiwak merupakan perbuatan
sunnah yang hampir tidak pernah
dilakukan oleh banyak orang, kecuali
yang mendapatkan rahmat dari
Allah. Untuk itu, wahai saudaraku,
belilah kayusiwak untuk dirimu
dankeluargamu sehingga kalian bisa
menghidupkan sunnah ini kembali
dan niscaya kalian akan
mendapatkan pahala yang sangat
besar.
4. Shalat Istikharah
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu
Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
mengajarkan kepada kita tata cara
shalat istikharah untuk
segalaurusan, sebagaimana beliau
mengajarkan surat-surat Al-Qur`an
kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)
Oleh karena itu, lakukanlah shalat
ini dan berdoalah dengan doa yang
sudah lazim diketahui dalam shalat
istikharah.
5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup
Air dengan Hidung Dalam Satu
Cidukan Telapak TanganKetika
Berwudhu
Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid
Radhiyallahu Anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam berkumur-kumurdan
menghirup air dengan hidung secara
bersamaan dari satu ciduk air dan
itu dilakukan sebanyak tiga kali.
( HR. Al-Bukhari dan Muslim )
6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan
Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib
Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, “Jika kamu hendak tidur,
maka berwudhulah seperti hendak
shalat, kemudian tidurlah dengan
posisi miring kekanan dan bacalah,
‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku
kepada-Mu, aku serahkan semua
urusanku kepada-Mu, aku
lindungkan punggungkukepada-Mu,
karena cinta sekaligus takut kepada-
Mu, tiada tempat berlindung
mencari keselamatan dari (murka)-
Mu kecualikepada-Mu, aku beriman
dengan kitab yang Engkau turunkan
dan dengan nabi yang Engkau utus’.
Jika engkau meninggal, maka engkau
meninggal dalam keadaan fitrah.
Dan usahakanlah doa ini sebagai
akhir perkataanmu.” ( HR. Al-
Bukhari dan Muslim )
7. Berbuka Puasa Dengan Makanan
Ringan
Diriwayatkan dari Anasbin Malik
Radhiyallahu Anhu , ia berkata,
“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam berbuka puasa sebelum
shalat maghrib dengan beberapa
kurma basah.Jika tidak ada maka
dengan beberapa kurma kering. Jika
tidakada, maka beliau
hanyameminum beberapa teguk
air.” ( HR. Ahmad, Abu Dawud dan
At-Tirmidzi )
8. Sujud Syukur SaatMendapatkan
Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana
Sujud ini hanya sekali dan tidak
terikat oleh waktu. Diriwayatkan
dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu
ia berkata, “Jika Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam
mendapatkan sesuatu yang
menyenangkan atau disampaikan
kabar gembira maka beliau langsung
sujud dalam rangka bersyukur