Oleh: Sayyid Hasan Husen Assagaf
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw
bersabda,
“Disaat aku tiba di langit di malam
Isra’
Miraj, aku melihat satu malaikat
memiliki 1000 tangan, di setiap
tangan
ada 1000 jari. Aku melihatnya
menghitung jarinya satu persatu.
Aku
bertanya kepada Jibril as,
pendampingku,
‘Siapa gerangan malaikat itu, dan
apa
tugasnya?.’
Jibril berkata,
Sesungguhnya dia adalah malaikat
yang diberi tugas untuk menghitung
tetesan air hujan yang turun dari
langit
ke bumi.’
Rasulullah saw bertanya kepada
malaikat tadi,
‘Apakah kamu tahu berapa bilangan
tetesan air hujan yang turun dari
langit
ke bumi sejak diciptakan Adam as?.’
Malaikat itupun berkata,
‘Wahai Rasulullah saw, demi yang
telah
mengutusmu dengan hak
(kebenaran),
sesungguhnya aku mengetahui
semua
jumlah tetesan air hujan yang turun
dari langit ke bumi dari mulai
diciptakan Adam as sampai sekarang
ini, begitu pula aku mengetahui
jumlah
tetetas yang turun ke laut, ke darat,
ke
hutan rimba, ke gunung-gunung, ke
lembah-lembah, ke sungai-sungai,
ke
sawah-sawah dan ke tempat yang
tidak
diketahui manusia.’
Mendengar uraian malaikat tadi,
Rasuluullah saw sangat takjub dan
bangga atas kecerdasannya dalam
menghitung tetesan air hujan.
Kemudian malaikat tadi berkata
kepada
beliau,
‘Wahai Rasulullah saw, walaupun aku
memiliki seribu tangan dan sejuta
jari
dan diberikan kepandaian dan
keulungan untuk menghitung tetesan
air hujan yang yang turun dari langit
ke
bumi, tapi aku memiliki kekurangan
dan kelemahan.’
Rasulullah saw pun bertanya,
‘Apa kekurangan dan kelemahan
kamu?.’
Malaikat itupun menjawab,
‘Kekurangan dan kelemahanku,
wahai
Rasulullah, jika umatmu berkumpul
di
satu tempat, mereka menyebut
namamu lalu bershalawat atasmu,
pada saat itu aku tidak bisa
menghitung berapa banyaknya
pahala
yang diberikan Allah kepada mereka
atas shalawat yang mereka ucapkan
atas dirimu.’ “
Minggu, 17 Februari 2013
Shalawat Atas Nabi Muhammad SAW
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar