Legalitas mengambil barokah dari bekas-bekas orang sholeh....
Legalitas mengambil barokah dari bekas-bekas orang sholeh....
Bertabarruk dari atsar para sholihiin memang boleh bahkan dalilnya jelas dan tak dapat terbantahkan ....ok...
Dalilnya sangat banyak bahkan seabrek tak pantas bagi orang yang beraqal dan beriman mengingkarinya ..
sebagaimana telah dilakukakan para sahabat rodliyallaahu 'anhum yang
mengambil barokah dari bekas-bekas / atsar kanjengnabi shallallaahu
'alaihi wasallam diwaktu hidup dan sesudah wafatnya..
Diantaranya :
أخرج البخاري ومسلم عن سهل بن سعد رضي الله عنه في البردة التي استوهبها
من النبي صلى الله عليه وسلم فلاَمَه أصحابه على طلبها منه صلى الله عليه
وسلم وكان لابسها، فقال: (( إنما سألته إياها لتكون كفني ))، وفي رواية: ((
رجوت بركتها حين لبسها النبي صلى الله عليه وسلم، لَعلِّي أُكفن فيها ))
" Imam Bukhari dan Imam Muslim mengeluarkan hadits dari sahal bin Sa'ad
Radliyallaahu 'anhu tentang permintaannya terhadap selimut yang sedang
dipakai Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam . Kemudian para
sahabat menegurnya, maka ia berkata :" hanya sanya aku memintanya agar
kelak selimut itu menjadi kafanku " dan dalam sebagian riwayat dikatakan
" aku mengharap barokah selimut itu ketika Rasulullaah shallallaahu
'alaihi wasallam memakainya agar kelak aku dikafani dengannya "
وفي الصحيحين عن أمِّ سليم: (( أنها فتحت عتيدتها - أي صندوقها الصغير -
فجعلت تُنَشِّف فيه عرقه صلى الله عليه وسلم فتعصره في قواريرها، فقال
النبي صلى الله عليه وآله وسلم ما تصنعين يا أم سليم ؟ فقالت: يارسول الله
نرجو بركته لصبياننا، فقال: أصَبْتِ ))، وهذا لفظ مسلم .
" di
jelaskan dalam shohiihiin hadits dari ummi salim , sesungguhnya ia
membuka kotak kecil yang dijadikan tempat kain pengusap keringat
Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam . Dia memeraskan
botol-botolnya . Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam bertanya "
apa yang engkau lakukan hai ummu salim ? " dia menjawab " ya rasulallaah
aku mengharap barokahnya untuk anak-anak kami " lalu Rasulullaah
bersabda " engkau benar " ini adalah yang dilafadzkan imam muslim .
وفي صحيح مسلم عن أنس رضي الله عنه قال: (( لقد رأيت رسول الله صلى الله
عليه وآله وسلم والحلاق يحلقه وطاف به أصحابه فما يريدون أن تقع شعره إلاّ
في يد رجل منهم )) . فكان الصحابة رضي الله عنهم بشعره صلى الله عليه وسلم
للتبرك والاستشفاء وقد ثبت أن خالد بن الوليد رضي الله عنه كان يضع في
قلنسوته من شعرات النبي صلى الله عليه وسلم فسقطت قلنسوته في بعض حروبه،
فشدَّ عليها يبحث عنها حتى أنكر عليه بعض الصحابة
لكثرة من قتل بسببها،
فقال خالد: لم أفعل ذلك بسبب القلنسوة بل لما تضمنته من شعره صلى الله
عليه وسلم لئلا أسلب بركتها وتقع في أيدي المشركين .
"
diriwayatkan dalam shahih muslim dari Anas Radliyallaahu 'anhu dia
berkata : sungguh aku melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam
bercukur sedangkan para sahabat mengelilinginya agar tak sehelai
rambutpun terjatuh ". Para sahabat mengharap perlindungan dengan rambut
rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam untuk mengambil barokah dan
untuk berobat . Dan sungguh ditetapkan bahwasanya khalid bin walid
radliyallaahu 'anhu meletakkan rambut nabi shallallaahu 'alaihi wasallam
dalam kopiahnya, kemudian ditengah-tengah peperangan kopiah trsbt
terjatuh, ia sangat bersungguh-sunguh mencarinya , sehingga para sahabat
menegurnya karena banyak sahabat yang gugur, ia berkata : "aku
melakukan hal tersebut bukan karena sebuah kpiah melainkan karena
didalamnya terdapat rambut Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam ,
agar aku tidak merusak barokahnya dan jatuh ketangan orang-orang musyrik
"
وفي صحيح البخاري عن أبي جحيفة قال: (( أتيت النبي صلى الله
عليه وسلم وهو في قبة حمراء من أدم ورأيت بلالاً أخذ وضوء النبي صلى الله
عليه وسلم والناس يبتدون الوضوء فمن أصاب منه شيئاً تمسح به ومن لم يصب منه
شيئاً أخذ من بلل صاحبه )) يعني: للبركة والاستشفاء .
Di
riwayatkan dalam kitab shahih bukhari dari abi Juhaifah berkata :" saya
mendatangi Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sedangkan beliau berada
dikubah merah yang terbuat dari kulit, dan aku melihat Bilal mengmbil
air dari sisa wudhu' nya Nabi, begitu juga sahabat yang lain segera
mengambil wudlu'. Jika sahabat terkena percikan air wudlu' rasulullaah ,
maka mereka mengusap air tersebut, sedangkan para sahabat yang tidak
memperoleh air tersebut mereka mengambil air dari sisa wudlu' sahabat
yang diperolehnya , artinya untuk mengambil barokah dan dijadikan obat"
وفي مسند الإمام أحمد عن جعفر بن محمد قال: (( كان الماء يستنقع في جفون
النبي صلى الله عليه وسلم حين غسلوه بعد موته فكان علي رضي الله عنه يحسوه
)) أي: يحسو ذلك الماء من بركاته صلى الله عليه وسلم . و روي (( أن معاوية
كان عنده شيء من شعره وقلامة ظفره صلى الله عليه وسلم، فلمَّا حضرته الوفاة
أوصى أنْ يكون ذلك على عينيه وتحت لسانه )) ذكره النووي في تهذيب الأسماء .
Dalam sebuah musnad Imam Ahmad yang bersumber dari Ja'far bin Muhammad
dia berkata :" ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dimandikan pada
waktu wafatnya , terdapatlah air mengenang dikelopak mata beliau, maka
sahabat Ali meminumnya dalam artian sayyid Ali menghirup air tersebut
untuk mengambil barokah Kanjengnabi shallallaahu 'alaihi wasallam ,
dalam riwayat kain Sahabat mu'awiyah mempunyai rambut dan kuku
Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam, tatkala mu'awiyah hampir
wafat ia berwasiat agar rambut dan kuku tersebut diletakkan diatas kedua
matanya dan dibawah lisannya,. Imam Nawawi menyebutkan didalam kitab
tahdzibul asma'"
dan masih banyak dalil-dalil lainnya.........
Kalau perbuatan2 semacam kayak diatas tidak berarti .....aaah mana
mungkin para sahabat melakukan hal demikian , dan mana mungkin
kanjengnabi menyetujui perbuatan para sahabat tersebut dengn tidak
melarangnya ........laah kalau begitu ....seharusnya bagi kita semua
dalam mencari barokah / ngalap berkah harus mempunyai keinginan dan
tujuan yang benar yaitu ngamri barokah / mencari barokah ....mengharap
pertolongan ALLAH dan rahmat-Nya dengan perantara bekas - bekas yang
mulia tersebut disisi-Nya..
lantas apa sih hikmah mengambil bekas-bekas / atsar para orang mulia..
Maka dijawab oleh sebagian 'arifiin ....
أن حكمة التبرك بآثار الصالحين وأماكنهم وما يتصل بهم: أنَّ أماكنهم متصلة
بثيابهم وثيابهم اشتملت على أجسادهم وأجسادهم اشتملت على قلوبهم وقلوبهم
في حضرة ربهم فإذا أفاض الله على قلوبهم من الفيوضات الربَّانيِّة سَرَت
بركتها إلى ما يتصل بها وما يجاورها،
" sesungguhnya hikmah
mengmabil barokah dengan bekas-bekas orang sholeh , tempat-tempat dan
sesuatu yang bersambung atau berhubungan dengan orang sholeh adalah
sesungguhnya tempat -tempat mereka bersambung dengan pakaian mereka,
pakaiannya menyelimuti jasadnya , jasadnya menyelimuti hatinya, dan
hatinya berada di hadlirat ALLAH. Apabila ALLAH melimpahkan Nur
Rabbaniyah pada hati mereka niscaya barokahnya mengalir terhadap sesuatu
yang bersambung dan berdampingan dengan-Nya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar