Selasa, 05 Februari 2013

Legalitas mengambil barokah dari bekas-bekas orang sholeh....

Legalitas mengambil barokah dari bekas-bekas orang sholeh....

Bertabarruk dari atsar para sholihiin memang boleh bahkan dalilnya jelas dan tak dapat terbantahkan ....ok...
Dalilnya sangat banyak bahkan seabrek tak pantas bagi orang yang beraqal dan beriman mengingkarinya ..
sebagaimana telah dilakukakan para sahabat rodliyallaahu 'anhum yang mengambil barokah dari bekas-bekas / atsar kanjengnabi shallallaahu 'alaihi wasallam diwaktu hidup dan sesudah wafatnya..
Diantaranya :

أخرج البخاري ومسلم عن سهل بن سعد رضي الله عنه في البردة التي استوهبها من النبي صلى الله عليه وسلم فلاَمَه أصحابه على طلبها منه صلى الله عليه وسلم وكان لابسها، فقال: (( إنما سألته إياها لتكون كفني ))، وفي رواية: (( رجوت بركتها حين لبسها النبي صلى الله عليه وسلم، لَعلِّي أُكفن فيها ))

" Imam Bukhari dan Imam Muslim mengeluarkan hadits dari sahal bin Sa'ad Radliyallaahu 'anhu tentang permintaannya terhadap selimut yang sedang dipakai Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam . Kemudian para sahabat menegurnya, maka ia berkata :" hanya sanya aku memintanya agar kelak selimut itu menjadi kafanku " dan dalam sebagian riwayat dikatakan " aku mengharap barokah selimut itu ketika Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam memakainya agar kelak aku dikafani dengannya "

وفي الصحيحين عن أمِّ سليم: (( أنها فتحت عتيدتها - أي صندوقها الصغير - فجعلت تُنَشِّف فيه عرقه صلى الله عليه وسلم فتعصره في قواريرها، فقال النبي صلى الله عليه وآله وسلم ما تصنعين يا أم سليم ؟ فقالت: يارسول الله نرجو بركته لصبياننا، فقال: أصَبْتِ ))، وهذا لفظ مسلم .

" di jelaskan dalam shohiihiin hadits dari ummi salim , sesungguhnya ia membuka kotak kecil yang dijadikan tempat kain pengusap keringat Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam . Dia memeraskan botol-botolnya . Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam bertanya " apa yang engkau lakukan hai ummu salim ? " dia menjawab " ya rasulallaah aku mengharap barokahnya untuk anak-anak kami " lalu Rasulullaah bersabda " engkau benar " ini adalah yang dilafadzkan imam muslim .

وفي صحيح مسلم عن أنس رضي الله عنه قال: (( لقد رأيت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم والحلاق يحلقه وطاف به أصحابه فما يريدون أن تقع شعره إلاّ في يد رجل منهم )) . فكان الصحابة رضي الله عنهم بشعره صلى الله عليه وسلم للتبرك والاستشفاء وقد ثبت أن خالد بن الوليد رضي الله عنه كان يضع في قلنسوته من شعرات النبي صلى الله عليه وسلم فسقطت قلنسوته في بعض حروبه، فشدَّ عليها يبحث عنها حتى أنكر عليه بعض الصحابة
لكثرة من قتل بسببها، فقال خالد: لم أفعل ذلك بسبب القلنسوة بل لما تضمنته من شعره صلى الله عليه وسلم لئلا أسلب بركتها وتقع في أيدي المشركين .

" diriwayatkan dalam shahih muslim dari Anas Radliyallaahu 'anhu dia berkata : sungguh aku melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bercukur sedangkan para sahabat mengelilinginya agar tak sehelai rambutpun terjatuh ". Para sahabat mengharap perlindungan dengan rambut rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam untuk mengambil barokah dan untuk berobat . Dan sungguh ditetapkan bahwasanya khalid bin walid radliyallaahu 'anhu meletakkan rambut nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam kopiahnya, kemudian ditengah-tengah peperangan kopiah trsbt terjatuh, ia sangat bersungguh-sunguh mencarinya , sehingga para sahabat menegurnya karena banyak sahabat yang gugur, ia berkata : "aku melakukan hal tersebut bukan karena sebuah kpiah melainkan karena didalamnya terdapat rambut Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam , agar aku tidak merusak barokahnya dan jatuh ketangan orang-orang musyrik "

وفي صحيح البخاري عن أبي جحيفة قال: (( أتيت النبي صلى الله عليه وسلم وهو في قبة حمراء من أدم ورأيت بلالاً أخذ وضوء النبي صلى الله عليه وسلم والناس يبتدون الوضوء فمن أصاب منه شيئاً تمسح به ومن لم يصب منه شيئاً أخذ من بلل صاحبه )) يعني: للبركة والاستشفاء .

Di riwayatkan dalam kitab shahih bukhari dari abi Juhaifah berkata :" saya mendatangi Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sedangkan beliau berada dikubah merah yang terbuat dari kulit, dan aku melihat Bilal mengmbil air dari sisa wudhu' nya Nabi, begitu juga sahabat yang lain segera mengambil wudlu'. Jika sahabat terkena percikan air wudlu' rasulullaah , maka mereka mengusap air tersebut, sedangkan para sahabat yang tidak memperoleh air tersebut mereka mengambil air dari sisa wudlu' sahabat yang diperolehnya , artinya untuk mengambil barokah dan dijadikan obat"

وفي مسند الإمام أحمد عن جعفر بن محمد قال: (( كان الماء يستنقع في جفون النبي صلى الله عليه وسلم حين غسلوه بعد موته فكان علي رضي الله عنه يحسوه )) أي: يحسو ذلك الماء من بركاته صلى الله عليه وسلم . و روي (( أن معاوية كان عنده شيء من شعره وقلامة ظفره صلى الله عليه وسلم، فلمَّا حضرته الوفاة أوصى أنْ يكون ذلك على عينيه وتحت لسانه )) ذكره النووي في تهذيب الأسماء .

Dalam sebuah musnad Imam Ahmad yang bersumber dari Ja'far bin Muhammad dia berkata :" ketika Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dimandikan pada waktu wafatnya , terdapatlah air mengenang dikelopak mata beliau, maka sahabat Ali meminumnya dalam artian sayyid Ali menghirup air tersebut untuk mengambil barokah Kanjengnabi shallallaahu 'alaihi wasallam , dalam riwayat kain Sahabat mu'awiyah mempunyai rambut dan kuku Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wasallam, tatkala mu'awiyah hampir wafat ia berwasiat agar rambut dan kuku tersebut diletakkan diatas kedua matanya dan dibawah lisannya,. Imam Nawawi menyebutkan didalam kitab tahdzibul asma'"
dan masih banyak dalil-dalil lainnya.........

Kalau perbuatan2 semacam kayak diatas tidak berarti .....aaah mana mungkin para sahabat melakukan hal demikian , dan mana mungkin kanjengnabi menyetujui perbuatan para sahabat tersebut dengn tidak melarangnya ........laah kalau begitu ....seharusnya bagi kita semua dalam mencari barokah / ngalap berkah harus mempunyai keinginan dan tujuan yang benar yaitu ngamri barokah / mencari barokah ....mengharap pertolongan ALLAH dan rahmat-Nya dengan perantara bekas - bekas yang mulia tersebut disisi-Nya..
lantas apa sih hikmah mengambil bekas-bekas / atsar para orang mulia..

Maka dijawab oleh sebagian 'arifiin ....

أن حكمة التبرك بآثار الصالحين وأماكنهم وما يتصل بهم: أنَّ أماكنهم متصلة بثيابهم وثيابهم اشتملت على أجسادهم وأجسادهم اشتملت على قلوبهم وقلوبهم في حضرة ربهم فإذا أفاض الله على قلوبهم من الفيوضات الربَّانيِّة سَرَت بركتها إلى ما يتصل بها وما يجاورها،

" sesungguhnya hikmah mengmabil barokah dengan bekas-bekas orang sholeh , tempat-tempat dan sesuatu yang bersambung atau berhubungan dengan orang sholeh adalah sesungguhnya tempat -tempat mereka bersambung dengan pakaian mereka, pakaiannya menyelimuti jasadnya , jasadnya menyelimuti hatinya, dan hatinya berada di hadlirat ALLAH. Apabila ALLAH melimpahkan Nur Rabbaniyah pada hati mereka niscaya barokahnya mengalir terhadap sesuatu yang bersambung dan berdampingan dengan-Nya ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar