Melihat
Kanjengnabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keadaan yaqzhah
/ terjaga ialah sangat mungkin terjadi, maka sunnguh para ulama'
Nafa'Allaahu bihim menyebutkan , banyak dari orang - orang 'arif Billaah
melihat kanjengnabi di waktu tidur[ dlm mimpi ] / filmanaam kemudian
mereka melihatnya dalam keadaan bangun dan mereka bertanya kpd
kanjengnabi tentang beberapa kebaikan dan kebutuhan .. ,
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam bukhari, imam Muslim dan lainnya , bahwa kanjengnabi bersabda :
(( من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي ))،
Artinya :" barang siapa melihatku dalam mimpi , maka dia akan melihatku diwaktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku "
...
Hadits ini adalah salah satu dalil ulama' yang berpendapat bahwa
mungkinnya melihat kanjengnbi dalam keadaan terjaga [ yaqzhah ] dan juga
hadits ini dikatakan oleh para ulama' bahwa ini adalah menyampaikan
kabar gembira bahwasanya orang yang beruntung dari kalangan umatnya
sebab bermimpi melihat kanjengnabi , insya' Allah dia akan melihat Nabi
dalam keadaan terjaga walau sekejap , sekalipun menjelang mati, dan
tidak benar jika hadits ini dibatasi hanya melihat kanjengnabi diakhirat
dan dialam barzakh , karna pengertian hadits diatas jelas lafadnya "
YAQZHAH " yang berarti dalam keadaan sadar atau terjaga ....dgn demikian
Lafad YAQDZAH tidak berfungsi sama sekali jika diarahkan dan dibatasi
hanyasanya di akhirat dan dialam barzakh.
Dalam hadits diatas
terdapat dalil yang paling mendasar bahwa sesungguhnya kanjengnabi bisa
memenuhi beberapa keadaan, karena sesungguhnya hadits tersebut mencakup
bagi tiap-tiap orang yang melihatnya dikedua tempat terbit matahari dan
kedua tempat terbenamnya ...
Dan juga disamping dalil nash
hadits diatas , para ulama' nafa' ALLAAHU Bihim juga sering menceritakan
prihal melihat kanjengnabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keadaan
sadar atau bangun ..
Semisal Syeikh iBrahim Almathbuli, Syeikh
Abdurrahim al-qinawi , syeikh Abu Hasan Asy-syadili, syeik abul abbas
al-Mursi , Syeih Abdul karim al-kailani , dan yang lain.....Diceritakan
Syeikh Ibrahim Al-matbuli sering bertemu kanjengnabi Muhammad
shallallaahu 'alaihi wasallam dalam tidurnya / mimpi, hal ini
disampaikan pada umminya ......lalu uminya berkata pada syeikh ibrahim "
wahai anakku ......! Yang disebut lelaki itu, ialah orang yang betemu
dgn kanjeng rosul dalam keadaan terjaga / tidak tidur " akhirnya
beberapa waktu kemudian beliau sering betemu dgn kanjengnabi diwaktu
sadar atau bangunnya ..bahkan beliau berguru langsung kpd kanjengnabi
Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam ..
begitu pula dengan syeikh Abdul karim al-kailani , ketika hendak menikah , beliau meminta izin langsung kpd kanjengrosul,
Banyak sekali para 'arif billaah yang sering bertemu dgn kanjengnabi di
waktu terjaganya bahkan seringkali beliau-beliau dari kalangan minal
'arifiina billaah ..berkonsultasi langsung terkait dengan beberapa
permasalahan - permasalahan agama, ....jadi ..jangan heran tekadang ada
sebuah hadits yang ada dalam kitab - kitab tasawuf di klaim, hadits
dha'if atau bahkan maudhu' oleh para ulama' hadits, karena manhaj yang
dipakai memang tak sama, ....karna para wali mempunyai metode sendiri .
Yakni menanyakan langsung kpd kanjengrosul shallallaahu 'alaihi wasallam
, .
lain halnya dgn para ulama' hadits yang memiliki standar baku
untuk menentukan status hadits ...apa itu shahih, hasan, dho'if dan
maudhu' bisa dilihat dari manta rantai perawinya ...dsb............
Kalau para wali .............memang bedaaaa.......dan AQIL JADID selalu
percaya ...........tapi maaf bukannya saya mengatakan bahwa para
muhaddits tidak ada yang wali ....bukan tapi memang metodenya tidak
sama....jangan tanyakan soal itu ..............lagian " LIKULLI FANNIN
RIJAL " setip fan ada ahlinya masing-masing .....makanya ada mufassirin,
mutakallimin, fuqoha' muhadiitsiin...sufi....dan lain - lain....
copas: status Aqil Jadid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar