Selasa, 05 Februari 2013

Kemungkinan Melihat Nabi Muhammad SAW

Melihat Kanjengnabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keadaan yaqzhah / terjaga ialah sangat mungkin terjadi, maka sunnguh para ulama' Nafa'Allaahu bihim menyebutkan , banyak dari orang - orang 'arif Billaah melihat kanjengnabi di waktu tidur[ dlm mimpi ] / filmanaam kemudian mereka melihatnya dalam keadaan bangun dan mereka bertanya kpd kanjengnabi tentang beberapa kebaikan dan kebutuhan .. ,

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam bukhari, imam Muslim dan lainnya , bahwa kanjengnabi bersabda :

(( من رآني في المنام فسيراني في اليقظة ولا يتمثل الشيطان بي ))،

Artinya :" barang siapa melihatku dalam mimpi , maka dia akan melihatku diwaktu terjaga, dan syaithan tak bisa menyerupaiku "
...
Hadits ini adalah salah satu dalil ulama' yang berpendapat bahwa mungkinnya melihat kanjengnbi dalam keadaan terjaga [ yaqzhah ] dan juga hadits ini dikatakan oleh para ulama' bahwa ini adalah menyampaikan kabar gembira bahwasanya orang yang beruntung dari kalangan umatnya sebab bermimpi melihat kanjengnabi , insya' Allah dia akan melihat Nabi dalam keadaan terjaga walau sekejap , sekalipun menjelang mati, dan tidak benar jika hadits ini dibatasi hanya melihat kanjengnabi diakhirat dan dialam barzakh , karna pengertian hadits diatas jelas lafadnya " YAQZHAH " yang berarti dalam keadaan sadar atau terjaga ....dgn demikian Lafad YAQDZAH tidak berfungsi sama sekali jika diarahkan dan dibatasi hanyasanya di akhirat dan dialam barzakh.
Dalam hadits diatas terdapat dalil yang paling mendasar bahwa sesungguhnya kanjengnabi bisa memenuhi beberapa keadaan, karena sesungguhnya hadits tersebut mencakup bagi tiap-tiap orang yang melihatnya dikedua tempat terbit matahari dan kedua tempat terbenamnya ...

Dan juga disamping dalil nash hadits diatas , para ulama' nafa' ALLAAHU Bihim juga sering menceritakan prihal melihat kanjengnabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keadaan sadar atau bangun ..
Semisal Syeikh iBrahim Almathbuli, Syeikh Abdurrahim al-qinawi , syeikh Abu Hasan Asy-syadili, syeik abul abbas al-Mursi , Syeih Abdul karim al-kailani , dan yang lain.....Diceritakan Syeikh Ibrahim Al-matbuli sering bertemu kanjengnabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam dalam tidurnya / mimpi, hal ini disampaikan pada umminya ......lalu uminya berkata pada syeikh ibrahim " wahai anakku ......! Yang disebut lelaki itu, ialah orang yang betemu dgn kanjeng rosul dalam keadaan terjaga / tidak tidur " akhirnya beberapa waktu kemudian beliau sering betemu dgn kanjengnabi diwaktu sadar atau bangunnya ..bahkan beliau berguru langsung kpd kanjengnabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam ..
begitu pula dengan syeikh Abdul karim al-kailani , ketika hendak menikah , beliau meminta izin langsung kpd kanjengrosul,
Banyak sekali para 'arif billaah yang sering bertemu dgn kanjengnabi di waktu terjaganya bahkan seringkali beliau-beliau dari kalangan minal 'arifiina billaah ..berkonsultasi langsung terkait dengan beberapa permasalahan - permasalahan agama, ....jadi ..jangan heran tekadang ada sebuah hadits yang ada dalam kitab - kitab tasawuf di klaim, hadits dha'if atau bahkan maudhu' oleh para ulama' hadits, karena manhaj yang dipakai memang tak sama, ....karna para wali mempunyai metode sendiri . Yakni menanyakan langsung kpd kanjengrosul shallallaahu 'alaihi wasallam , .
lain halnya dgn para ulama' hadits yang memiliki standar baku untuk menentukan status hadits ...apa itu shahih, hasan, dho'if dan maudhu' bisa dilihat dari manta rantai perawinya ...dsb............

Kalau para wali .............memang bedaaaa.......dan AQIL JADID selalu percaya ...........tapi maaf bukannya saya mengatakan bahwa para muhaddits tidak ada yang wali ....bukan tapi memang metodenya tidak sama....jangan tanyakan soal itu ..............lagian " LIKULLI FANNIN RIJAL " setip fan ada ahlinya masing-masing .....makanya ada mufassirin, mutakallimin, fuqoha' muhadiitsiin...sufi....dan lain - lain....

copas: status Aqil Jadid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar