✿ ♥♥ BALADA BUAH APEL ✿ ♥♥
Seorang pemuda shaleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan dipinggiran kota Kuffah,tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh keluar pagar dari sebuah kebun.Maka tanpa fikir panjang dipungut dan dimakannyalah apel merah yang ranum dan lezat itu.Akan tetapi baru setengah dia makan,dia sadar bahwa apel itu bukan miliknya,dan dia belum mendapat izin dari yang empunya
kebun.
Dikebun itu dia melihat seorang lelaki tua,dia hampiri dan berkata,"aku sudah makan setengah dari buah apel ini,aku harap tuan menghalalkanya,"
"Aku bukan pemilik kebun ini,aku adalah khadamnya yang ditugaskan menjaga dan merawat kebun ini," jawab lelaki itu.
"Dimana rumah pemiliknya", tanya tsabit.
"Rumahnya jauh sekali,jaraknya sehari semalam dari sini,"kata lelaki tua itu.
Tsabit tetap bertekat akan menemui pemilik kebun itu,karena dia ingat akan sabda Rasulullah SAW,"barang siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram,maka ia layak jadi umpan api neraka"
Sesampainya dirumah pemilik kebun,tsabit langsung memberi salam dengan sopan,seraya berkata" wahai tuan yang pemurah,saya sudah terlanjur memakan apel tuan yang terjatuh keluar dari kebun,sudikah tuan menghalalkannya untuk saya..? "
"Tidak,aku tidak akan menghalalkanya kecuali dengan satu syarat," kata orang itu.
"Apa syarat itu tuan ?" tanya Tsabit.
"Engkau harus menikahi putri ku" jawabnya.
"Tapi sebelum menikah engkau harus mengetahui dulu keadaan putriku,dia seorang yang buta,bisu,tuli,dan lumpuh" lanjut orang itu.
Namun dengan mantap Tsabit menjawab" aku akan menerima pinangan dan akan menikahi anakmu,aku telah bertekat dan berjanji dengan ALLAH Rabbil'alamin.Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban dan hak-hak ku pada Nya,aku berharap ALLAH swt meridhainya.
Maka pernikahanpun dilaksanakan dengan menhadirkan dua orang saksi.Kemudian Tsabit dipersilahkan masuk untuk menemui istrinya.Dia bertekat akan tetap mengucapkan salam meski istrinya tuli dan bisu,bukankah malaikat ALLAH swt yang berada didalam rumah itu tidak tuli dan bisu..?
"Assala mu'alaikum"
"wa'alaikum salam"
Tak disangka sama sekali wanita yang kini menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik,ketika dia menghampiri ia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya.
Tsabit yang keheranan bertanya kepada istrinya," kata ayahmu kamu buta, bisu,dan tuli mengapa ?
"Ayahku benar,aku buta karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan ALLAH swt,aku bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma ALLAH swt saja,aku tuli karena aku tidak mau mendengar cerita atau berita yang tidak di Ridhai ALLAH swt.
"Ayahku juga mengatakan bahwa aku lumpuh bukan ?'" tanya istrinya.
"Ya, jawab Tsabit, mengapa ?
"Aku lumpuh karena aku tidak pernah menggunakan kakiku untuk pergi ketempat-tempat yang tidak di Ridhai ALLAH Ta'ala.aku hanya menggunakan kakiku ketempat-tempat ibadah, jawab istrinya.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang amat sholeh dan memelihara dirinya.Dengan bangga dia berkata tentang istrinya," ketika kulihat wajahnya,...Subhanallah...dia bagaikan purnama dimalam yang gelap".
Mereka kemudian dikaruniai seorang putra yang kemudian menjadi seorang " IMAM BESAR".Beliau adalah " Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit"....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sahabatku...kisah diatas adalah dilakukan oleh manusia, bukan malaikat, artinya....manusia mampu untuk mencontoh akhlak dan adab ....inilah cermin sebuah hati yg ikhlas dan kesholihan yg terpancar lewat sebuah amalan......inilah cermin dari sebongkah IMAN yg ada di dada....Subhanallah........sun gguh Luar biasa ya ?
yuk kita selalu mencontoh Akhlak dan sifat2 terpuji ini, krn ini merupakan cahaya di dunia dan di akhirat...
Dikebun itu dia melihat seorang lelaki tua,dia hampiri dan berkata,"aku sudah makan setengah dari buah apel ini,aku harap tuan menghalalkanya,"
"Aku bukan pemilik kebun ini,aku adalah khadamnya yang ditugaskan menjaga dan merawat kebun ini," jawab lelaki itu.
"Dimana rumah pemiliknya", tanya tsabit.
"Rumahnya jauh sekali,jaraknya sehari semalam dari sini,"kata lelaki tua itu.
Tsabit tetap bertekat akan menemui pemilik kebun itu,karena dia ingat akan sabda Rasulullah SAW,"barang siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram,maka ia layak jadi umpan api neraka"
Sesampainya dirumah pemilik kebun,tsabit langsung memberi salam dengan sopan,seraya berkata" wahai tuan yang pemurah,saya sudah terlanjur memakan apel tuan yang terjatuh keluar dari kebun,sudikah tuan menghalalkannya untuk saya..? "
"Tidak,aku tidak akan menghalalkanya kecuali dengan satu syarat," kata orang itu.
"Apa syarat itu tuan ?" tanya Tsabit.
"Engkau harus menikahi putri ku" jawabnya.
"Tapi sebelum menikah engkau harus mengetahui dulu keadaan putriku,dia seorang yang buta,bisu,tuli,dan lumpuh" lanjut orang itu.
Namun dengan mantap Tsabit menjawab" aku akan menerima pinangan dan akan menikahi anakmu,aku telah bertekat dan berjanji dengan ALLAH Rabbil'alamin.Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban dan hak-hak ku pada Nya,aku berharap ALLAH swt meridhainya.
Maka pernikahanpun dilaksanakan dengan menhadirkan dua orang saksi.Kemudian Tsabit dipersilahkan masuk untuk menemui istrinya.Dia bertekat akan tetap mengucapkan salam meski istrinya tuli dan bisu,bukankah malaikat ALLAH swt yang berada didalam rumah itu tidak tuli dan bisu..?
"Assala mu'alaikum"
"wa'alaikum salam"
Tak disangka sama sekali wanita yang kini menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik,ketika dia menghampiri ia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya.
Tsabit yang keheranan bertanya kepada istrinya," kata ayahmu kamu buta, bisu,dan tuli mengapa ?
"Ayahku benar,aku buta karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan ALLAH swt,aku bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma ALLAH swt saja,aku tuli karena aku tidak mau mendengar cerita atau berita yang tidak di Ridhai ALLAH swt.
"Ayahku juga mengatakan bahwa aku lumpuh bukan ?'" tanya istrinya.
"Ya, jawab Tsabit, mengapa ?
"Aku lumpuh karena aku tidak pernah menggunakan kakiku untuk pergi ketempat-tempat yang tidak di Ridhai ALLAH Ta'ala.aku hanya menggunakan kakiku ketempat-tempat ibadah, jawab istrinya.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang amat sholeh dan memelihara dirinya.Dengan bangga dia berkata tentang istrinya," ketika kulihat wajahnya,...Subhanallah...dia bagaikan purnama dimalam yang gelap".
Mereka kemudian dikaruniai seorang putra yang kemudian menjadi seorang " IMAM BESAR".Beliau adalah " Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit"....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sahabatku...kisah diatas adalah dilakukan oleh manusia, bukan malaikat, artinya....manusia mampu untuk mencontoh akhlak dan adab ....inilah cermin sebuah hati yg ikhlas dan kesholihan yg terpancar lewat sebuah amalan......inilah cermin dari sebongkah IMAN yg ada di dada....Subhanallah........sun
yuk kita selalu mencontoh Akhlak dan sifat2 terpuji ini, krn ini merupakan cahaya di dunia dan di akhirat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar